Buton Selatan, Datasultra.com – Data Kepegawaian aparatur sipil negara (ASN) pada Sistem Informasi Aparatur Sipil Negara (SIASN) Badan Kepegawaian Negara (BKN) masih terdapat anomali.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Buton Selatan Firman Hamza, dalam keterangan resminya, Senin 5 Mei 2025.
Firman mengatakan, anomali data kepegawaian di BKN yang mencakup data individu dan riwayat ASN, tentunya akan berdampak pada keterlambatan layanan kepegawaian dan menghambat efektivitas manajemen kepegawaiam yang diselenggarakan BKN.
“Dampaknya itu keterlambatan layanan kepegawaian. Ketidaksesuaian data dapat menyebabkan proses verifikasi dan validasi data menjadi lebih lama, sehingga layanan kepegawaian seperti perubahan data, promosi, dan pensiun menjadi terhambat,” ujarnya.
Selain itu, berpengaruh negatif pada manajemen kepegawaian. Pasalnya, data yang tidak akurat dapat menghambat pengambilan keputusan yang tepat terkait perencanaan sumber daya manusia, penempatan, dan pengembangan karier ASN.
Dampak lainnya yakni terdapat gangguan proses verifikasi dan otentikasi. Data yang tidak konsisten dapat menyebabkan kesulitan dalam memverifikasi data ASN dan memvalidasi otentikasi, yang dapat berdampak pada sistem keamanan dan integritas data.
“Terakhir potensi kesalahan dalam pengambilan keputusan. Data yang tidak akurat dapat menyebabkan kesalahan dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kesejahteraan, tunjangan, atau hak-hak lainnya yang berhubungan dengan ASN,” pungkasnya. (Rk)


