Rabu, Februari 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Perdana Ekspor Hasil Kelautan di Pelabuhan Murhum Baubau, Pemprov Sultra Lepas 15 Ton Ubur-ubur ke Tiongkok

Listen to this article

Baubau, Datasultra.com – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara (Pemprov Sultra) melepas ekspor perdana komoditas hasil perikanan berupa ubur-ubur kualitas terbaik dari Kepulauan Buton (Kepton) menuju Tiongkok.

Pelepasan dilakukan di Pelabuhan Murhum, Kota Baubau, pada Rabu 28 Januari 2026 tersebut menandai babak baru penguatan nilai ekspor langsung dari daerah.

Ekspor ini merupakan hasil kolaborasi antara PT Triko Bina Nusantara, Pemprov Sultra, serta pemerintah daerah setempat. Sebanyak 15 ton ubur-ubur dengan nilai sekitar Rp300 juta dikirim dalam satu kontainer pada tahap perdana.

Wakil Gubernur Sultra, Hugua, menyampaikan bahwa keberhasilan ekspor ini merupakan hasil dari proses panjang untuk meningkatkan kontribusi Sulawesi Tenggara terhadap neraca ekspor nasional.

Ia menegaskan pentingnya pelepasan dan pencatatan ekspor dilakukan langsung dari Sultra, bukan melalui daerah lain.

“Selama ini, komoditas ekspor berasal dari Sultra, tapi pencatatannya di daerah lain. Ini seperti ayam yang bertelur, tapi sapi yang punya nama. Ke depan, kami mengimbau para pengusaha agar ekspor dilepas dan dicatat dari Sultra agar manfaatnya benar-benar dirasakan daerah,” tegas Hugua.

Ia juga mengungkapkan bahwa ubur-ubur dengan kualitas terbaik dunia tersebut berasal dari perairan Sampolawa, Kabupaten Buton Selatan, serta Pulau Kabaena.

“Sulawesi Tenggara kini menjadi ikon ubur-ubur dunia. Ini prestasi yang luar biasa,” ujarnya.

Hugua berharap momentum ekspor perdana ini dapat mendorong peningkatan kualitas dan daya saing produk lokal lainnya, baik dari sektor perikanan, pertanian, maupun perkebunan, sehingga mampu menembus pasar ekspor secara langsung.

Sementara itu, Direktur PT Triko Bina Nusantara, Anton, menjelaskan bahwa ubur-ubur diekspor dalam bentuk setengah asin dengan estimasi waktu tempuh pelayaran sekitar 20 hari menuju Tiongkok.

Ia menyebutkan, pada rencana awal pihaknya akan mengirim empat kontainer, namun karena kendala teknis, baru satu kontainer yang dapat diberangkatkan.

“Rencananya empat kontainer, tetapi karena ada kendala teknis, tahap perdana ini baru satu kontainer yang diberangkatkan ke Tiongkok,” jelasnya.

Anton juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara di bawah kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur ASR–Hugua atas dukungan penuh hingga ekspor dapat direalisasikan langsung dari Sulawesi Tenggara. (Iys)

Facebook Comments Box

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

39 + = 49

Popular Articles