Rabu, Februari 4, 2026

Top 5 This Week

Related Posts

Efisiensi Anggaran Tapi Target Tetap Jalan, BPKAD Baubau: Serapan Anggaran OPD Harus Konsisten

Listen to this article

Baubau, Datasultra.com— Pemerintah Kota Baubau terus mendorong penguatan kerja bersama dan konsistensi organisasi perangkat daerah (OPD) dalam pelaksanaan program, di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang berlaku secara nasional.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Baubau, Hj. Yulia Widiarti, ST., M.Si, menjelaskan bahwa efisiensi anggaran bukan hanya dialami Kota Baubau, melainkan terjadi di seluruh daerah di Indonesia.

“Efisiensi ini tidak hanya berlaku di Baubau, tapi secara nasional. Namun saat ini APBD dan DPA masing-masing OPD sudah ditandatangani, sehingga kegiatan sudah bisa dilaksanakan,” ujar Yulia saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu 4 Februari 2026.

Ia menegaskan, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi alasan untuk menurunkan kinerja. Justru, kondisi tersebut mendorong OPD untuk lebih selektif dan fokus pada program-program prioritas yang berdampak langsung pada pencapaian indikator kinerja utama (IKU).

“Dengan anggaran yang terbatas, OPD sudah memilah mana kegiatan yang benar-benar prioritas. Target utama tetap harus tercapai,” katanya.

Dari sisi pengelolaan keuangan daerah, Yulia menekankan pentingnya konsistensi OPD terhadap anggaran kas yang telah disepakati.

Menurutnya, kesesuaian antara rencana penyerapan dan realisasi menjadi perhatian serius, terlebih karena penggunaan keuangan daerah masih terus dipantau oleh Kementerian Keuangan.

“Kalau di triwulan pertama direncanakan misalnya Rp1 miliar, maka realisasinya harus mendekati itu. Jangan sampai rencana besar, tapi serapan masih sangat kecil,” tegasnya.

Ia mengingatkan, rendahnya realisasi anggaran dapat berdampak pada penilaian pemerintah pusat terhadap keseriusan daerah dalam mengelola keuangan, yang berpotensi memengaruhi penyaluran dana transfer ke daerah, bahkan peluang tambahan anggaran.

“Ke depan kami terus melakukan kontrol penggunaan anggaran di tiap OPD. Setiap bulan juga ada pelaporan ke Kementerian Keuangan, dan itu menjadi dasar penyaluran dana transfer,” jelas Yulia.

Lebih lanjut, Yulia menilai efisiensi anggaran justru membuka ruang penguatan kolaborasi dan sinergi antar OPD. Menurutnya, pembangunan daerah tidak mungkin berjalan efektif jika dilakukan secara parsial oleh satu OPD saja.

“Sejak awal, tanpa efisiensi pun, OPD memang harus saling mendukung. Perikanan, misalnya, tentu membutuhkan dukungan infrastruktur dari PU, dukungan perizinan, hingga penguatan ekonomi dari koperasi dan perdagangan,” ungkapnya.

Hal tersebut, sambung Yulia, sejalan dengan semangat kepemimpinan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Baubau yang mengusung tagline Kerja Bersama dalam mewujudkan visi pembangunan daerah.

“Untuk mencapai target pembangunan, tidak mungkin satu OPD berjalan sendiri. Pariwisata misalnya, tidak hanya soal promosi, tapi juga sarana prasarana, kebersihan, kuliner, dan kesiapan pendukung lainnya. Semua butuh kolaborasi lintas OPD dan stakeholder,” tuturnya.

Ia pun berharap, semangat kerja bersama dan konsistensi pelaksanaan anggaran dapat terus dijaga oleh seluruh OPD, sehingga keterbatasan fiskal tidak menghambat pencapaian target pembangunan Kota Baubau.

“Intinya konsisten, saling mendukung, dan kerja bersama,” pungkasnya. (Sir)

Facebook Comments Box

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

20 ÷ = 2

Popular Articles