Kendari, Datasultra.com – Ramadan Sultra Fest 2026 tak sekadar menjadi ajang berburu takjil dan kuliner berbuka puasa.
Kegiatan yang merupakan kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Bank Indonesia dan Bank Sultra ini dirancang sebagai motor penggerak ekonomi daerah selama bulan suci Ramadan.
Kepala Kantor Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan inisiatif Gubernur Sultra sebagai upaya mendorong pertumbuhan UMKM, khususnya sektor kuliner.
Ke depan, kolaborasi juga akan diperluas bersama OJK dalam penguatan literasi keuangan syariah.
“Untuk saat ini kolaborasi masih bersama BI, Pemprov Sultra dan Bank Sultra. Namun ke depan, OJK juga akan bergabung, terutama dalam penguatan literasi keuangan syariah,” ujar Edwin.
Tak hanya menghadirkan ragam jajanan UMKM lokal, Ramadan Sultra Fest 2026 juga diwarnai dengan sosialisasi dan fasilitasi sertifikasi halal.
Langkah ini menjadi bagian dari kampanye halal lifestyle agar para pelaku UMKM tidak hanya menjual produk, tetapi juga memastikan produknya telah bersertifikat halal.
Dalam kegiatan tersebut, digelar pula live cooking makanan halal serta edukasi terkait pentingnya sertifikasi. Harapannya, para pelaku usaha semakin siap bersaing dengan standar produk yang terjamin.
Di sisi lain, untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok selama Ramadan, panitia juga menghadirkan Gerakan Pangan Murah.
Program ini telah dikoordinasikan bersama 11 kabupaten/kota di Sulawesi Tenggara. Masyarakat pun diimbau tidak khawatir terhadap ketersediaan bahan pokok, karena distribusi dan harga tetap dikawal.
Tak berhenti di sektor riil, Ramadan Sultra Fest 2026 juga menjadi momentum percepatan digitalisasi. Para pelaku UMKM didorong menggunakan pembayaran non-tunai melalui QRIS, dengan dukungan promo dan diskon dari Bank Sultra.
Selain itu, layanan penukaran uang rupiah juga dilakukan secara digital melalui aplikasi SI Pintar. Pendaftaran penukaran dilakukan secara daring pada hari-hari tertentu yang telah dijadwalkan, sehingga lebih tertib dan efisien.
Secara garis besar, kegiatan ini mengusung tiga tujuan utama: mendukung gaya hidup halal melalui sertifikasi dan edukasi, mendorong pertumbuhan ekonomi UMKM selama Ramadan, serta memperluas penggunaan sistem pembayaran digital.
Beragam lomba dan kegiatan turut meramaikan festival, mulai dari kampanye QRIS hingga edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah.
Dengan konsep tersebut, masyarakat bisa mendapatkan tiga manfaat sekaligus dalam satu event, mendukung ekonomi lokal, memperkuat ekosistem halal, dan membiasakan transaksi digital.
Setelah sebelumnya dilakukan soft launching bersama Bank Sultra, Ramadan Sultra Fest 2026 resmi dibuka dalam grand launching oleh Gubernur Sultra dan akan berlangsung hingga 15 Maret 2026.
Panitia pun mengajak seluruh masyarakat untuk meramaikan kegiatan ini, memanfaatkan pasar murah, layanan penukaran uang, serta mendukung produk-produk UMKM lokal agar ekonomi Sulawesi Tenggara tetap bergerak selama Ramadan. (N1)


