Senin, Mei 11, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Diguyur Hujan Dua Hari, Kendari Dikepung Banjir dan Longsor

Kendari, Datasultra.com — Hujan deras yang mengguyur Kendari selama dua hari terakhir memicu banjir, tanah longsor, hingga pohon tumbang di sejumlah wilayah. Cuaca ekstrem yang terjadi sejak 9 hingga 10 Mei 2026 itu membuat puluhan titik di Kota Kendari terdampak.

Data sementara Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kendari hingga Sabtu malam pukul 21.00 WITA mencatat, wilayah terdampak cukup parah berada di Kecamatan Baruga, tepatnya Kelurahan Lepo-Lepo. Sedikitnya 69 kepala keluarga atau 224 jiwa dilaporkan terdampak banjir.

Kepala BPBD Kendari, Cornelius Padang mengatakan pihaknya masih terus melakukan asesmen dan penanganan di lapangan menyusul banyaknya laporan warga yang masuk.

“Curah hujan yang tinggi menyebabkan banjir di sejumlah titik, termasuk longsor dan pohon tumbang. Petugas masih terus melakukan pemantauan dan asesmen,” ujarnya.

Selain di Lepo-Lepo, banjir juga merendam sejumlah kawasan lain seperti bantaran Kali Wanggu, kawasan Transito/Tunggala di Kelurahan Wua-Wua, BTN Findayani Polres, Jalan Terong Anduonohu, Jalan Durian Anduonohu, hingga kawasan Bundaran Pesawat dekat SPBU Ade.

Genangan air turut dilaporkan masuk ke kawasan perumahan dekat Kantor Lurah Lepo-Lepo, Lorong Bangau Anduonohu, Jalan Malengkeri depan Kantor BPN Kota Kendari, Jalan Veteran Kelurahan Wowanggu, Kelurahan Hidayatullah di Kecamatan Kambu, sekitar toko HBM Anduonohu, Jalan Kelapa Anduonohu, kawasan Poltekkes, hingga Kelurahan Tobimeita.

Tak hanya banjir, sejumlah tanggul di beberapa titik juga dilaporkan jebol. Lokasinya tersebar di Kelurahan Anaiwoi, Jalan Ahmad Dahlan tepat di perempatan Pasar Panjang, Jalan Tanukila, Kelurahan Anduonohu, Jalan Durian, hingga Lorong Alpukat.

Sementara itu, pohon tumbang akibat angin dan hujan deras terjadi di kawasan Anduonohu, depan BRI Jalan Bunggasi, Kali Kadia, Jalan Wayong, hingga depan SD 7 Kendari di Kelurahan Sodohoa.

Bencana tanah longsor juga terjadi di Kelurahan Punggaloba, tepatnya di Lorong Teplan RT 011 RW 004 sekitar pukul 06.00 WITA. Material longsor dilaporkan menimpa rumah warga dan sempat menghambat akses masyarakat sekitar.

Cornelius mengimbau masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat potensi cuaca ekstrem masih berpeluang terjadi dalam beberapa hari ke depan, khususnya bagi warga yang tinggal di bantaran sungai dan daerah rawan longsor.

“Jika ada kondisi darurat atau potensi bahaya, warga diharapkan segera melapor agar dapat segera ditangani,” katanya. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER