Minggu, Juli 19, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

UM Kendari-UHO Perkuat Usaha Nelayan Konut dengan UFL+, SIDIA dan Pengolahan Ikan Asap Cair

Konawe Utara, Datasultra.com – Kolaborasi Universitas Muhammadiyah (UM) Kendari dan Universitas Halu Oleo (UHO) menghadirkan inovasi berbasis teknologi bagi nelayan dan pengolah ikan di Desa Kampoh Cina, Kecamatan Wawolesea, Kabupaten Konawe Utara. Melalui program Pengabdian kepada Masyarakat skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat dengan ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat, para nelayan diperkenalkan tiga teknologi sekaligus, yakni Underwater Fish Lamp Plus (UFL+), Sistem Informasi Digital Agribisnis (SIDIA), serta teknologi pengolahan ikan asap cair fungsional.

Kegiatan yang digelar pada Sabtu, 18 Juli 2026 itu merupakan bagian dari program yang berlangsung selama Mei hingga Desember 2026. Program tersebut didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.

Ketua Tim Pelaksana, Dr. Zulkifli, S.E., M.M., dosen Program Studi Manajemen FEBI Universitas Muhammadiyah Kendari, mengatakan program ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas sekaligus daya saing usaha nelayan melalui pemanfaatan teknologi dan digitalisasi.

Ia menjelaskan, tim pengabdian tidak hanya memberikan pelatihan penggunaan teknologi penangkapan ikan, tetapi juga membekali peserta dengan kemampuan mengelola usaha dan memasarkan hasil produksinya melalui aplikasi digital.

“Melalui penerapan SIDIA, kami ingin membantu nelayan dan pengolah ikan agar mampu mengelola usahanya secara lebih efektif, mulai dari pencatatan hingga pengembangan bisnis berbasis teknologi,” ujar Dr. Zulkifli.

Dalam kegiatan tersebut, Dr. Fajriah, S.Pi., M.Si., dosen Program Studi Pemanfaatan Sumberdaya Perikanan FPIK Universitas Muhammadiyah Kendari sebagai narasumber eksternal, memberikan pelatihan penerapan Underwater Fish Lamp Plus (UFL+). Teknologi ini diperkenalkan sebagai inovasi untuk meningkatkan hasil tangkapan ikan dengan memanfaatkan sistem pencahayaan bawah air yang lebih efektif.

Sementara itu, Kobajashi T. Isamu, S.Pi., M.P., dosen Program Studi Teknologi Hasil Perikanan FPIK Universitas Halu Oleo, memberikan pelatihan pengolahan ikan menggunakan teknologi asap cair fungsional yang dinilai mampu meningkatkan kualitas sekaligus nilai jual produk olahan perikanan.

Di sisi lain, Dr. Syamsinar, S.P., M.Si., dosen Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian Universitas Muhammadiyah Kendari, membekali peserta dengan pelatihan manajemen bisnis agar usaha nelayan dan pengolah ikan dapat berkembang secara berkelanjutan.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Desa Kampoh Cina Muhammad Arsyad, S.E., Camat Wawolesea Ita Sinar, SKM., S.Ter.Kep., M.Kes., serta Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Kabupaten Konawe Utara, Syaifuddin, S.Pd.

Mewakili kelompok nelayan dan pengolah ikan sebagai mitra sasaran, Kepala Desa Kampoh Cina, Muhammad Arsyad, menyampaikan apresiasi atas kolaborasi UHO dan UM Kendari yang menghadirkan teknologi tepat guna bagi masyarakat pesisir.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kegiatan ini. Penggunaan lampu UFL+ tentu sangat membantu nelayan dalam meningkatkan hasil tangkapan ikan. Begitu juga pelatihan pembuatan ikan asap cair yang memiliki nilai ekonomi bagi pengolah ikan, apalagi didukung dengan penggunaan aplikasi SIDIA,” kata Muhammad Arsyad.

Menurutnya, inovasi yang diperkenalkan tidak hanya memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka peluang peningkatan pendapatan masyarakat melalui pengelolaan usaha yang lebih modern.

Tim pengabdian berharap kolaborasi antara Universitas Muhammadiyah Kendari dan Universitas Halu Oleo ini tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan, tetapi mampu melahirkan usaha nelayan dan pengolah ikan yang mandiri, berdaya saing, serta terus memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi yang telah diperkenalkan.

Sebagai penutup, tim pelaksana menyampaikan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, yang telah mendanai pelaksanaan program pengabdian kepada masyarakat tersebut. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER