Rabu, Agustus 19, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Penutupan Sultra Maimo 2026, BI Sultra Fokus di Digitalisasi

Kendari, Datasultra.com – Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara (Sultra) resmi menutup rangkaian kegiatan Sultra Maimo 2026 yang digelar di salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kendari, Minggu (9/8/2026). Kegiatan ini, merupakan yang kedua kalinya di tahun 2026 dengan terfokus pada digitalisasi.

Kegiatan tersebut, tidak lain untuk mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) agar semakin adaptif memanfaatkan teknologi untuk memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.

Hal itu disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Sultra, Edwin Permadi, saat penutupan Sultra Maimo 2026.

Edwin menuturkan, Sultra Maimo 2026 telah dilaksanakan dalam dua rangkaian dengan fokus berbeda. Kegiatan pertama lebih menitikberatkan pada pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, sementara rangkaian kedua mengangkat tema digitalisasi.

Menurutnya, digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi UMKM, bukan hanya untuk transaksi penjualan, tetapi juga dalam mendukung kegiatan operasional usaha.

“Untuk Maimo kedua ini kita lebih banyak mengedepankan digitalisasi. Ini sangat penting bagi pelaku UMKM untuk mendukung penjualan, operasional, dan pengembangan usaha,” ujar Edwin.

Implementasi digitalisasi tersebut terlihat dari berbagai kegiatan selama Sultra Maimo. Salah satunya penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) dalam transaksi kuliner. Selain itu, berbagai perlombaan dan kegiatan edukasi juga diarahkan untuk memperluas penggunaan QRIS di tengah masyarakat.

Edwin menyebut kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menyukseskan agenda nasional, termasuk Pekan QRIS Nasional dan program QRIS Jelajah Indonesia.

Tak berhenti pada transaksi digital, BI Sultra juga membuka peluang bagi UMKM lokal untuk memperluas jaringan bisnis melalui business matching dengan perbankan dan lembaga pembiayaan.

Langkah itu dinilai penting agar UMKM tidak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu tumbuh dan naik kelas hingga menembus pasar nasional bahkan internasional.

“Kita ingin UMKM naik kelas. Kalau sudah berhasil di tingkat nasional, tentu peluang untuk dibawa ke tingkat internasional juga semakin terbuka,” katanya.

Edwin menegaskan, pengembangan UMKM tidak bisa dilakukan secara parsial. Kuliner, wastra, hingga pariwisata harus dikembangkan dalam satu ekosistem karena memiliki keterkaitan langsung terhadap pertumbuhan ekonomi daerah.

Ia mencontohkan sektor kuliner yang tidak hanya berfungsi sebagai aktivitas perdagangan, tetapi juga dapat menjadi daya tarik wisata.

“Orang datang ke suatu tempat kadang karena ingin menikmati makanan tertentu. Jadi kuliner juga bisa mendukung pariwisata,” jelasnya.

Karena itu, BI Sultra terus membangun kolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sultra, pemerintah kabupaten/kota, serta organisasi perangkat daerah terkait, termasuk sektor perdagangan dan pariwisata.

Kolaborasi tersebut juga diarahkan untuk memperkuat akses UMKM terhadap pembiayaan, pasar, promosi, hingga peluang ekspor.

Menurut Edwin, penguatan sektor UMKM juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah membuka gerbang ekspor Sultra agar produk lokal semakin kompetitif di pasar dunia.

BI Sultra, kata dia, siap mendukung berbagai program pemerintah daerah yang berkaitan dengan pemberdayaan UMKM, perdagangan, inklusi, hingga pengembangan ekonomi kreatif.

Salah satu agenda lanjutan yang dipersiapkan yakni membawa UMKM Sultra yang telah melalui proses kurasi untuk berkompetisi dalam ajang tingkat nasional melalui program Area Kreatif Indonesia.

Edwin menilai tantangan ekonomi akan terus berubah seiring perkembangan teknologi dan dinamika perekonomian global. Karena itu, pelaku UMKM maupun seluruh pemangku kepentingan dituntut tidak berhenti berinovasi.

“Dulu belum digitalisasi, sekarang digitalisasi. Ke depan seperti apa, nanti kita lihat lagi. Yang penting kita harus selalu up to date dengan kondisi perekonomian dunia dan perkembangan teknologi,” ujarnya.

Ia berharap kolaborasi antara BI, pemerintah daerah, pelaku UMKM, dunia usaha, dan media semakin kuat untuk melahirkan berbagai inovasi baru bagi perekonomian Sultra.

Edwin juga membuka ruang bagi masyarakat dan insan pers untuk memberikan ide maupun masukan terkait pengembangan program ekonomi di Sultra.

“Kami selalu terbuka. Kalau ada ide dan masukan dari teman-teman pemerintah daerah maupun pers, silakan disampaikan,” pungkasnya. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER