Baubau, Datasultra.com – Genap satu tahun berada di Tanah Buton, Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 823/Raja Wakaka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) pertama melalui upacara militer yang digelar di Lapangan Upacara Markas Yonif TP 823/Raja Wakaka, Senin 10 Agustus 2026.
Peringatan HUT perdana tersebut menjadi momentum bagi seluruh keluarga besar Yonif TP 823/Raja Wakaka untuk mengevaluasi perjalanan pengabdian sekaligus memperkuat komitmen dalam menjalankan tugas pertahanan dan pemberdayaan wilayah.
Komandan Yonif TP 823/Raja Wakaka, Letkol Inf Arkham Hidayat, S.Sos., M.M., mengatakan satu tahun merupakan fase penting bagi satuan untuk melakukan evaluasi dan introspeksi terhadap berbagai tugas yang telah dijalankan.
“Satu tahun bukanlah waktu yang panjang. Namun, satu tahun merupakan fase yang sangat berarti untuk melakukan evaluasi, introspeksi, serta meneguhkan kembali jati diri, semangat dan komitmen pengabdian satuan,” ujarnya.
Menurut Arkham, peringatan HUT tidak boleh dimaknai sebatas agenda seremonial. Lebih dari itu, momentum tersebut menjadi kesempatan untuk mengenang perjalanan satuan sejak pertama kali hadir di wilayah Buton, sekaligus memperkuat tekad seluruh prajurit untuk memberikan pengabdian terbaik kepada bangsa dan negara.
Ia menegaskan, keberadaan Yonif TP 823/Raja Wakaka tidak hanya berkaitan dengan pelaksanaan tugas pertahanan dan keamanan. Satuan juga memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan serta pemberdayaan masyarakat di wilayah tugasnya.
Karena itu, Arkham berharap dukungan dan sinergi dengan pemerintah daerah, unsur Forkopimda, instansi terkait, tokoh masyarakat, akademisi, dunia usaha, serta seluruh elemen masyarakat dapat terus dipelihara.
“Sinergi dan dukungan dari seluruh pihak sangat kami harapkan agar Yonif TP 823/Raja Wakaka dapat terus menjalankan tugas dengan baik, menjaga keamanan sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan di wilayah tugas,” katanya.
Yonif TP 823/Raja Wakaka pertama kali menginjakkan kaki di Pulau Buton pada 13 Juli 2025. Kehadiran satuan tersebut kemudian mendapat legitimasi melalui peresmian oleh Presiden RI Prabowo Subianto pada 10 Agustus 2025 di Pusat Pendidikan dan Latihan Pasukan Khusus (Pusdiklatpassus) Kopassus, Batujajar, Jawa Barat.
Peresmian tersebut menjadi bagian dari pembentukan dan peresmian 100 Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan di berbagai wilayah Indonesia.
Dalam perjalanan satu tahunnya, Yonif TP 823/Raja Wakaka tidak hanya diarahkan untuk menjalankan fungsi pertahanan, tetapi juga mengambil bagian dalam upaya memperkuat ketahanan wilayah melalui berbagai program pemberdayaan masyarakat.
Nama Raja Wakaka sendiri memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Buton. Wakaka dikenal sebagai raja pertama Kerajaan Buton sekaligus sosok yang memiliki peran penting dalam meletakkan fondasi dan memperkuat persatuan masyarakat Buton.
Penggunaan nama tersebut menjadi simbol yang diharapkan mampu menanamkan semangat kepada setiap prajurit untuk menghormati nilai-nilai budaya, sejarah dan kearifan lokal dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat.
Dengan pendekatan teritorial, Yonif TP 823/Raja Wakaka juga memiliki peran dalam mendukung percepatan program ketahanan pangan, pembangunan dan kesehatan melalui pemberdayaan wilayah pertahanan.
Konsep tersebut menempatkan prajurit tidak hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai bagian dari upaya membangun ketahanan masyarakat dan memperkuat hubungan antara TNI dengan rakyat.
Peringatan HUT pertama Yonif TP 823/Raja Wakaka turut dihadiri Wali Kota Baubau, Wakil Bupati Buton, unsur Forkopimda, kepala BUMN, akademisi, serta tokoh masyarakat.
Satu tahun menjadi awal perjalanan bagi Yonif TP 823/Raja Wakaka. Dari Tanah Buton, satuan tersebut diharapkan terus tumbuh menjadi kekuatan pertahanan yang tidak hanya tangguh dalam menjalankan tugas militer, tetapi juga mampu memberi manfaat nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah. (Sir)


