Baubau, Datasultra.com – Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, menegaskan komitmen Pemerintah Kota Baubau dalam mengantisipasi lonjakan harga beras yang belakangan ini kian membebani masyarakat.
Dalam keterangan resminya, Hamsinah menjelaskan bahwa isu inflasi, khususnya terkait komoditas beras, telah dipantau dan dibahas secara berkala dalam rapat Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) yang digelar setiap hari Senin.
“Sebetulnya dari minggu lalu atau dua minggu terakhir, kami sudah memprediksi adanya lonjakan harga ini, dan langkah-langkah antisipasi pun telah kami siapkan, terutama untuk beras,” ujar Hamsinah usai rapat paripurna di DPRD Baubau, Senin 7 Juli 2025.
Salah satu upaya konkret yang telah dilakukan Pemkot Baubau bersama Forkopimda adalah melakukan kunjungan langsung ke Perum Bulog untuk berdiskusi mengenai persoalan harga beras yang melambung.
Hamsinah mengungkapkan bahwa saat ini baik beras medium maupun premium di Bulog mengalami kenaikan harga yang signifikan, padahal sebagian besar masyarakat Baubau masih bergantung pada beras medium.
“Untuk itu, pemerintah kota telah menyiapkan cadangan stok beras pengaman yang dititipkan di Bulog. Dalam waktu dekat, stok ini akan kita keluarkan dengan teknis tertentu agar tepat sasaran dan benar-benar menyentuh masyarakat yang paling membutuhkan,” jelasnya.
Pemkot Baubau juga tengah memperkuat komunikasi lintas wilayah dengan seluruh camat dan lurah.
Menurut Hamsinah, hal ini penting guna memperbarui data penerima bantuan dan memastikan intervensi harga melalui penjualan beras murah (dengan harga wajar) tepat sasaran.
“Ketika kita lakukan intervensi dalam bentuk penjualan beras murah, kita harus yakinkan bahwa yang menerima adalah masyarakat yang paling membutuhkan. Maka dari itu, pendataan dan komunikasi harus kita efektifkan,” tegasnya.
Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Pemkot Baubau dalam menjaga kestabilan harga bahan pokok dan meringankan beban masyarakat di tengah tekanan inflasi. (Sir)


