Kamis, Juni 11, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Wamendagri Buka Temu Karya Nasional di Konawe, Dorong Sinergi Pembangunan dari Desa

Konawe, Datasultra.com– Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Republik Indonesia, Akhmad Wiyagus, secara resmi membuka Temu Karya Nasional yang digelar di halaman Kantor Bupati Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu 10 Juni 2026.

Kegiatan berskala nasional tersebut dihadiri ribuan peserta dari berbagai daerah di Indonesia sebagai forum memperkuat sinergi, kolaborasi, dan pertukaran gagasan dalam mendukung pembangunan daerah dan nasional.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut jajaran Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri, Bupati Konawe, Sekretaris Daerah Kabupaten Konawe, Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan IPDN, para kepala daerah atau perwakilannya, Forkopimda Provinsi Sultra dan Kabupaten Konawe, serta pimpinan OPD tingkat provinsi dan kabupaten.

Mengawali kegiatan, Penjabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sulawesi Tenggara, Muhammad Fadlansyah, menyampaikan laporan sekaligus ucapan selamat datang kepada Wamendagri beserta rombongan dan seluruh peserta Temu Karya Nasional.

Ia menyampaikan bahwa kehadiran para peserta menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi pemerintah daerah untuk terus mendorong pembangunan desa yang kuat, mandiri, dan berkelanjutan.

Sekda Sultra menegaskan bahwa Temu Karya Nasional merupakan langkah strategis untuk menyatukan persepsi, memperkuat sinergi, serta menyelaraskan arah kebijakan antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mendukung pembangunan nasional.

Melalui forum tersebut diharapkan lahir berbagai gagasan, inovasi, dan rekomendasi strategis yang dapat mempercepat pembangunan desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam sambutannya, Wamendagri Akhmad Wiyagus menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara dan Pemerintah Kabupaten Konawe atas dukungan dan kesiapan sebagai tuan rumah penyelenggaraan kegiatan.

Menurutnya, Temu Karya Nasional bukan hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga wadah berbagi pengalaman, pengetahuan, dan praktik terbaik guna meningkatkan kualitas pelayanan publik dan kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan forum strategis untuk mempererat hubungan antarpemangku kepentingan sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pembangunan daerah.

Wamendagri juga menyoroti posisi strategis Sulawesi Tenggara yang memiliki potensi sumber daya alam melimpah, khususnya di sektor pertambangan dan pertanian.

Ia menilai daerah ini memiliki peran penting dalam mendukung pembangunan nasional, terutama melalui pengembangan hilirisasi industri yang mampu meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, menciptakan lapangan kerja, memperkuat industri nasional, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, ia mengingatkan pentingnya kesiapan pemerintah daerah dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari dinamika geopolitik, perubahan ekonomi dunia, hingga perkembangan teknologi yang berlangsung sangat cepat.

Menurutnya, tantangan tersebut harus dihadapi melalui kolaborasi yang kuat antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pemerintah desa.

Lebih lanjut, Wamendagri menjelaskan bahwa arah pembangunan bangsa saat ini mengacu pada visi Indonesia Emas 2045 yang diwujudkan melalui delapan misi pembangunan atau Asta Cita.

Ia menegaskan bahwa pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa karena desa merupakan fondasi utama kemajuan bangsa.

“Pembangunan Indonesia harus dimulai dari desa. Karena itu, kepala daerah, kepala desa, dan seluruh pemangku kepentingan tidak cukup hanya memahami Asta Cita, tetapi harus mampu mengimplementasikannya sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,”ujarnya

Usai menyampaikan sambutan, Wamendagri secara resmi membuka Temu Karya Nasional dengan melakukan pemukulan gong sebagai simbol dimulainya seluruh rangkaian kegiatan. Prosesi tersebut disaksikan para peserta dan tamu undangan yang hadir dari berbagai daerah di Indonesia. (As)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER