
Konawe Selatan, Datasultra.com — Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara turun langsung menyapa masyarakat desa di Konawe Selatan pada 7–9 Januari 2026 melalui program literasi dan edukasi keuangan.
Kegiatan ini menyasar lima desa, yakni Tanea, Telutu Jaya, Akuni, Anese, dan Matabondu, termasuk wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Kepala OJK Sultra melalui Kepala Subbagian PEPK dan LMSt, Desiyani Patra Rapang, memgatakan, edukasi yang diberikan ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (Gencarkan), dengan dukungan industri jasa keuangan dari PT BPD Sultra.
“Mengingat literasi keuangan menjadi benteng pertama perlindungan konsumen,” katanya.
Dia menambahkan, dengan memahami manfaat dan risiko produk jasa keuangan, masyarakat diharapkan terhindar dari praktik keuangan ilegal serta jebakan kejahatan social engineering.
Ia juga menyinggung masih lebarnya jarak antara tingkat inklusi dan literasi keuangan nasional berdasarkan hasil Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2025.
Kegiatan ini dihadiri sekitar 305 peserta yang terdiri dari petani, ibu rumah tangga, aparat desa hingga calon pekerja.
Antusiasme warga terlihat dari aktifnya sesi tanya jawab, terutama mengenai akses pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR), Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK), hingga mekanisme pengaduan konsumen.
OJK kembali mengingatkan masyarakat untuk selalu memastikan lembaga dan produk keuangan yang digunakan sudah berizin serta diawasi OJK, dan memanfaatkan kanal resmi pengaduan seperti Kontak OJK 157, Aplikasi Portal Perlindungan Konsumen (APPK), serta Indonesia Anti Scam Center (IASC).
“Melalui kegiatan ini, OJK berharap pemahaman keuangan masyarakat semakin meningkat dan prinsip 2L yakni Legal dan Logis diterapkan dalam setiap keputusan menggunakan produk keuangan,” tuturnya.
Edukasi ini juga diharapkan menular ke keluarga dan lingkungan sekitar, sehingga literasi serta inklusi keuangan di Sulawesi Tenggara dapat tumbuh secara merata dan berkelanjutan. (N1)





