Baubau, Datasultra.com — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau menyatakan keprihatinan mendalam atas musibah serangan hama yang melanda lahan pertanian warga di sejumlah wilayah Kota Baubau pada akhir Januari 2026.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau, Ibnu Wahid menjelaskan bahwa serangan hama tikus merusak hampir 20 hektare lahan persawahan milik petani di Kelurahan Palabusa pada Selasa 27 Januari 2026.
“Serangan hamanya ini tikus. Kurang lebih hampir 20 hektare tanaman sawah dilalap habis, padahal sekitar dua minggu lagi sudah mau panen. Kami sangat prihatin dan turut berduka atas musibah yang dialami petani,” ujar Ibnu Wahid, saat ditemui Senin 2 Februari 2026.
Ia menjelaskan, serangan tikus terjadi secara sporadis dan masif. Ribuan tikus diduga menyerang dalam waktu singkat dengan menggigit batang padi hingga roboh dan tidak dapat diselamatkan.
“Bayangkan, satu bentangan sawah itu habis semua. Tikus turun secara berkelompok dan meluluhlantakkan tanaman padi,” katanya.
Sebagai langkah mitigasi, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Baubau telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara.
Hasilnya, bantuan benih padi sebanyak 250 kilogram telah diterima untuk mendukung rehabilitasi lahan dan percepatan tanam ulang.
“Benih sudah tiba sekitar 250 kilogram. Ini untuk mendukung petani menanam kembali agar waktu panennya nanti bisa kembali serentak dengan panen raya,” jelasnya.
Selain itu, pihaknya juga tengah menyiapkan langkah pengendalian lanjutan, termasuk upaya pengadaan racun tikus dan evaluasi metode pengendalian yang sebelumnya pernah dilakukan melalui penyemprotan di lubang-lubang sarang tikus.
“Kami akan melihat kembali pola mitigasinya agar kejadian seperti ini tidak terulang. Ini bagian dari siklus alam yang memang sulit diprediksi, tapi harus kita antisipasi,” tambahnya.
Tidak hanya hama tikus, serangan hama spora juga dilaporkan terjadi di Kelurahan Kaisabu Baru, Kecamatan Sorawolio, pada Kamis 29 Januari 2026. Serangan tersebut berdampak pada lahan padi ladang seluas sekitar 1 hingga 2 hektare.
“Hama spora ini menyebabkan daun padi menguning padahal belum memasuki fase pembentukan bulir. Kalau tidak segera ditangani, tanaman bisa mati sampai ke akar,” ungkapnya.
Menindaklanjuti laporan tersebut, Dinas Pertanian menyalurkan bantuan dari buffer stok yang tersedia dan menyerahkannya langsung kepada pemilik lahan untuk dilakukan penyemprotan secepatnya.
“Saya turun langsung ke lapangan. Kondisinya memang memprihatinkan, petaninya sudah sangat putus asa. Alhamdulillah bantuan sudah kami berikan dan mudah-mudahan dalam satu minggu ke depan tanaman bisa kembali hijau,” tutupnya. (Sir)


