Baubau, Datasultra.com – Pengurus Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kota Baubau periode 2025–2028 resmi dilantik, Minggu 12 April 2026.
Pelantikan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Wilayah IDI Provinsi Sulawesi Tenggara, dr. La Ode Rabiul Awal, SP.B., Subsp.BD(K), dan dirangkaikan dengan Workshop Bantuan Hidup Dasar (BHD) sebagai upaya penguatan kapasitas tenaga medis sekaligus edukasi kepada masyarakat.
Kegiatan ini turut dihadiri Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Baubau, Hj. Sitti Aryati Yusran, serta Sekretaris Daerah Kota Baubau, La Ode Darusalam.
Wakil Wali Kota Baubau, Wa Ode Hamsinah Bolu, berharap kepengurusan IDI yang baru dapat menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menjunjung tinggi marwah profesi kedokteran.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pengurus sebelumnya atas dedikasi dan kontribusinya dalam mendukung pembangunan sektor kesehatan di Kota Baubau.
“Kita telah mencapai banyak hal di bidang kesehatan, dan itu tidak terlepas dari peran IDI. Pembangunan kesehatan merupakan pilar utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia,” ujarnya.
Hamsinah mengungkapkan, capaian Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Baubau saat ini telah melampaui angka 80, menjadikannya sebagai yang tertinggi kedua di Sulawesi Tenggara, bahkan melampaui rata-rata nasional.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi indikator keberhasilan pembangunan sumber daya manusia yang didukung oleh peran tenaga kesehatan, termasuk para dokter.
Meski demikian, ia mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang perlu diselesaikan secara kolaboratif. Salah satunya adalah peningkatan status Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Baubau yang saat ini masih bertipe D.
“Pemerintah Kota Baubau sedang berproses menghadirkan RSUD yang lebih baik, lengkap, dan canggih, tidak hanya dari sisi fisik tetapi juga kualitas tenaga medisnya. Saat ini RSUD Baubau telah menjadi rumah sakit rujukan kedua di Sulawesi Tenggara,” jelasnya.
Selain itu, pemerintah daerah juga terus meningkatkan sarana dan prasarana di tujuh puskesmas di Kota Baubau. Dalam upaya percepatan penanganan stunting, Pemkot Baubau juga berhasil meraih dana insentif sebesar Rp3 miliar dari pemerintah pusat.
Sementara itu, Ketua IDI Wilayah Sultra, dr. La Ode Rabiul Awal, mengaku bangga dengan pelantikan yang dirangkaikan dengan workshop Bantuan Hidup Dasar.
Menurutnya, hal tersebut menunjukkan peran IDI sebagai edukator dalam meningkatkan literasi masyarakat, khususnya dalam penanganan kegawatdaruratan.
“Dengan edukasi ini, diharapkan masyarakat memiliki pengetahuan pertolongan pertama sebelum pasien sampai di rumah sakit. IDI merupakan agen pembangunan daerah yang memiliki tanggung jawab untuk mendukung program pemerintah,” ungkapnya.
Ia juga mengingatkan para dokter agar tidak semata berorientasi pada jasa dan kesejahteraan, melainkan tetap mengedepankan nilai kemanusiaan dalam menjalankan profesinya.
“Masih banyak masyarakat yang membutuhkan. Jika kita bekerja dengan baik dan berpihak pada kemanusiaan, rezeki tidak akan tertukar,” pesannya.
Di tempat yang sama, Ketua IDI Kota Baubau, dr. Hasrida Hamid, menyebut pelantikan ini sebagai momentum strategis untuk memperkuat peran organisasi dalam menghadapi tantangan sektor kesehatan yang semakin kompleks.
Ia menegaskan komitmen IDI sebagai garda terdepan dalam menjaga profesionalisme, etika, serta mutu pelayanan medis di daerah.
Pelantikan ini juga menandai pembaruan kepemimpinan yang diharapkan mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, kolaboratif, dan solutif.
“Fokus kami ke depan adalah penguatan kapasitas tenaga medis, optimalisasi sistem rujukan, serta peningkatan edukasi kesehatan publik,” pungkasnya. (Sir)


