Sabtu, April 18, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Pemkot Kendari – BI Sultra Kompak Jaga Inflasi Tetap Stabil Lewat Tiga Program Strategis

Kendari, Datasultra.com – Upaya menahan laju inflasi sekaligus memastikan ketersediaan pangan terus digenjot.

Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara bersama Pemerintah Kota Kendari menggelar Rapat Koordinasi Pangan bertajuk “Pangan Sejahtera, Inflasi Terkendali” di Aula Wakatobi Kantor Perwakilan BI Sultra, Rabu 15 April 2026.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa stabilitas pangan adalah fondasi utama kesejahteraan masyarakat, terutama di tengah gejolak global dan fluktuasi harga.

“Meski kondisi global tidak menentu, kebutuhan dasar masyarakat harus tetap aman dan terjangkau. Tanpa pangan yang stabil, pertumbuhan ekonomi tidak akan berarti,” tegasnya.

Ia menekankan dua kunci utama yakni menjaga pasokan tetap tersedia dan memastikan harga tetap terkendali. Untuk itu, Pemkot Kendari langsung tancap gas dengan tiga program strategis.

Pertama, program Ketahanan Keluarga yang melibatkan PKK, mendorong pemanfaatan pekarangan rumah untuk pangan bergizi sekaligus menekan pemborosan.

Kedua, program Sekolah Hebat yang mengubah sekolah menjadi “laboratorium hijau”, tempat siswa belajar menanam dan peduli lingkungan sejak dini.

Ketiga, penguatan kerja sama antar daerah produsen dan distributor guna memangkas rantai distribusi yang selama ini memicu mahalnya harga.

“Kita ingin distribusi lebih singkat, langsung dari produsen ke distributor tanpa perantara yang tidak perlu,” ujarnya.

Langkah ini juga diperkuat dengan kerja sama dengan sejumlah daerah penghasil seperti Konawe, Konawe Selatan, dan Kolaka Timur.

Hasilnya mulai terlihat. Inflasi Kota Kendari pada Maret tercatat sekitar 2,95 persen, ini masih dalam kategori aman.

Pemantauan harga di pasar pun terus dilakukan secara rutin oleh Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

Di sisi lain, Pemkot Kendari juga mulai mengurangi ketergantungan pasokan dari luar daerah.

Salah satunya lewat pengembangan kawasan pertanian lokal di Anduonohu yang dijadwalkan panen perdana awal Mei.

Tak hanya itu, Kendari juga bersiap menjadi tuan rumah event internasional yakni United Cities and Local Governments Asia Pacific (UCLG ASPAC) yang akan dihadiri ratusan perwakilan pemerintah daerah se-Asia Pasifik.

Momentum ini akan dimanfaatkan untuk mempromosikan UMKM lokal melalui pameran, gerakan pangan murah, hingga pertunjukan budaya.

“Kita ingin produk lokal naik kelas, bahkan menembus pasar ekspor,” kata Siska.

Meski demikian, potensi kerawanan pangan tetap diwaspadai. Pemkot mencatat ada sekitar 500 hingga 550 titik potensi masalah yang perlu diantisipasi. Karena itu, sinergi lintas sektor terus diperkuat.

Sementara, Kepala BI Sultra, Edwin Permadi, menuturkan bahwa ancaman inflasi meningkat karena beberapa faktor seperti saat Ramadan dan Idulfitri yang sudah dilalui kemarin.

Dimana dalam momen tersebut, lonjakan permintaan pangan yang tidak diimbangi pasokan seringkali memicu kenaikan harga.

“Permintaan yang naik, pasokan terganggu, akhirnya harga ikut terdorong,” jelasnya.

Ia juga menyoroti faktor eksternal seperti perubahan iklim dan potensi El Nino yang bisa menekan produksi pangan.

Karena itu, BI mendorong optimalisasi lahan pertanian yang masih belum dimanfaatkan, serta penguatan sektor hilir seperti pengolahan hasil perikanan.

“Kita butuh teknologi penyimpanan dan pengolahan agar hasil nelayan lebih tahan lama dan bernilai tambah,” ujarnya.

BI juga membuka peluang dukungan bagi kelompok tani, termasuk inovasi seperti pemanfaatan limbah ternak menjadi pupuk organik.

Dengan berbagai strategi tersebut, sinergi BI dan Pemkot Kendari diharapkan mampu menjaga stabilitas harga, memperkuat ketahanan pangan, sekaligus melindungi daya beli masyarakat.

“Kuncinya kolaborasi. Kalau semua bergerak bersama, Kendari bisa jadi daerah yang tangguh menghadapi tekanan inflasi,” pungkas Edwin. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER