Minggu, April 26, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

BI Sultra Dorong Pesantren Jadi Motor Ekonomi Syariah, Produk Unggulan Tampil di Maimo Fest 2026

Kendari, Datasultra.com – Upaya memperkuat ekonomi syariah di Sulawesi Tenggara terus digencarkan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra.

Salah satunya melalui pemberdayaan pondok pesantren yang tergabung dalam Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren), yang kini mulai menunjukkan geliatnya.

Dalam kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 yang digelar di Lippo Plaza Kendari, BI Sultra menghadirkan beragam produk unggulan hasil olahan pesantren.

Mulai dari beras, air minum kemasan hingga madu, seluruhnya dipilih melalui proses kurasi ketat agar sesuai dengan kebutuhan pasar sekaligus tema kegiatan.

Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi, mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya membina 17 pesantren mitra. Namun, tidak semua dapat ditampilkan dalam pameran.

“Tidak semua kita hadirkan karena jenis usahanya berbeda. Ada yang bergerak di jasa seperti laundry, itu tentu tidak relevan untuk dipamerkan. Kita fokus pada produk yang bisa dinikmati langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Menurut Edwin, sinergi BI Sultra bersama Hebitren telah terjalin lebih dari lima tahun.

Selama itu, pembinaan dilakukan secara bertahap dengan fokus pada pesantren yang memiliki unit usaha produktif, khususnya di sektor yang mendukung ketahanan pangan.

Pesantren yang memiliki potensi di bidang pertanian, seperti pengelolaan padi, jagung, hingga penggilingan beras, menjadi prioritas dalam program pembinaan tersebut.

Tak hanya sebatas pendampingan, BI Sultra juga memberikan dukungan nyata yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing pesantren.

Bantuan yang diberikan mulai dari alat pertanian seperti traktor, Rice Milling Unit (RMU), hingga pompa air.

Selain itu, peningkatan kapasitas sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Para pengelola pesantren turut difasilitasi untuk melakukan studi banding ke pesantren yang telah lebih maju, guna memicu semangat dan inovasi dalam mengembangkan usaha.

“Pendekatannya tidak seragam, kita sesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Harapannya mereka bisa berkembang dan mandiri,” tambahnya.

Melalui langkah ini, BI Sultra ingin mendorong pesantren tidak hanya sebagai pusat pendidikan keagamaan, tetapi juga sebagai pilar ekonomi baru yang mampu berkontribusi pada stabilitas pangan dan penguatan ekonomi syariah di daerah.

Dengan potensi yang terus digarap, pesantren di Bumi Anoa kini perlahan bertransformasi menjadi kekuatan ekonomi berbasis komunitas yang menjanjikan. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER