Kendari, Datasultra.com – Curah hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung dalam beberapa hari berturut-turut menyebabkan sejumlah wilayah di Kota Kendari dilanda banjir.
Luapan kali dan sistem drainase yang belum optimal menyebabkan sejumlah rumah terendam air sehingga memaksa ratusan warga mengungsi, Minggu, 10 Mei 2026. Personel Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) atau Basarnas Kendari bergerak cepat mengevakuasi puluhan warga yang terjebak banjir.
Kepala KPP Kendari Amiruddin mengatakan, sebanyak 57 personel dikerahkan untuk mengevakuasi warga yang terjebak banjir dibeberapa titik di wilayah Kota Kendari. Di area Kaliwanggu, Kelurahan Lepolepo dan Amohalo, Kelurahan Baruga, tim SAR mengevakuasi 12 orang warga yang terdiri dari 10 perempuan dan 2 laki-laki.
Sementara tim lainnya, dikerahkan ke titik yang terdampak banjir di Lorong Sasolo dan Kampung Salo untuk memonitor perbantuan dukungan evakuasi. Di Kelurahan Benua-benua ditemukan satu orang korban dalam keadaan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Rangga (5)
“Pukul 11.05 Wita, tim SAR diberangkatkan ke titik dampak banjir di sekitar HBM, pasar Anduonohu, Lorong Bangau, Kecamatan Kambu. Di sana tim SAR mengevakuasi 6 orang (4 orang laki-lali dan 2 orang perempuan),” terang Amiruddin kepada media.
Selain itu, tim SAR melakukan pemantauan di sekitar RS Hermina dikarenakan ada permintaan evakuasi namun saat tiba di lokasi, korban telah melakukan evakuasi mandiri. Kemudian, tim SAR melaksanakan dropping logistik sesuai titik pemantauan dan evakuasi.
“Dengan dievakuasinya warga yang membutuhkan pertolongan, operasi SAR bencana banjir di beberapa titik di wilayah Kendari ditutup dan dilanjutkan dengan melakukan pemantauan mengingat masih tingginya intensitas hujan,” tutupnya. (Ld)


