Kendari, Datasultra.com – Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Mayjen TNI (Purn.) Andi Sumangerukka (ASR), menghadiri Pengajian Akbar Bakti Kejaksaan untuk Sultra yang digelar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra di Masjid Agung Al-Kautsar, Kota Kendari, Sabtu malam 29 Agustus 2026.
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81 yang akan diperingati pada 2 September 2026.
Pengajian akbar berlangsung semarak dengan dihadiri antusias masyarakat Sultra. Kejati Sultra menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Dr. H. Das’ad Latif, S.Sos., S.Ag., M.Si., Ph.D., untuk memberikan tausiah kepada para jamaah.
Sejumlah pejabat turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem sekaligus Ketua DPW Partai NasDem Sultra, H. Ali Mazi, S.H., jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Sultra, pimpinan instansi vertikal, para kepala daerah se-Sultra, serta kepala perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi Sultra.
Dalam sambutannya, Gubernur ASR menyampaikan apresiasi kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sultra beserta jajaran yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Menurutnya, pengajian akbar tidak hanya menjadi momentum untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan, tetapi juga menjadi ruang mempererat silaturahmi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dan masyarakat.
“Saya mengucapkan terima kasih kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara beserta jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan ini, sehingga dapat mempertemukan kita semua dalam suasana silaturahmi yang penuh keakraban. Semoga tausiah yang disampaikan oleh Ustadz Das’ad Latif dapat bermanfaat bagi kita semua, baik secara pribadi maupun organisasi,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Dr. Sugeng Riyanta, S.H., M.H., mengatakan pengajian akbar tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan dalam memperingati Hari Lahir Kejaksaan Republik Indonesia ke-81.
Sugeng menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari komitmen Kejaksaan untuk terus membangun kedekatan dengan masyarakat sekaligus memberikan manfaat di tengah kehidupan sosial kemasyarakatan.
“Kegiatan ini merupakan salah satu wujud nyata Bakti Kejaksaan untuk Sulawesi Tenggara, sebagai bentuk kepedulian dan komitmen kejaksaan untuk senantiasa hadir, dekat, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” jelas Sugeng.
Dalam tausiahnya, Ustadz Das’ad Latif mengingatkan umat Islam agar menjalankan ajaran agama secara kaffah atau menyeluruh. Menurutnya, nilai-nilai agama harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, termasuk dalam menjalankan amanah, kehidupan sosial, hingga dalam proses politik.
Salah satu hal yang menjadi sorotan adalah praktik politik uang atau yang dikenal dengan istilah “serangan fajar”. Ustadz Das’ad mengingatkan masyarakat agar menghindari praktik tersebut karena bertentangan dengan nilai-nilai agama.
Ia juga secara khusus berpesan kepada para pejabat yang hadir agar menjalankan amanah jabatan dengan sungguh-sungguh, terutama dalam mengurus kepentingan masyarakat.
Menurutnya, jabatan merupakan amanah yang harus dipertanggungjawabkan, sehingga setiap kebijakan dan tindakan pejabat harus berorientasi pada kepentingan masyarakat serta tidak disalahgunakan untuk kepentingan pribadi.
Selain persoalan amanah, Ustadz Das’ad juga mengajak masyarakat untuk menerapkan pola hidup sesuai kemampuan dan tidak berlebihan. Gaya hidup yang tidak terkendali, menurutnya, dapat mendorong seseorang mencari harta dengan cara yang tidak dibenarkan.
Di hadapan jamaah, Ustadz Das’ad menekankan bahwa kehidupan yang baik tidak semata-mata diukur dari banyaknya harta, tetapi juga dari keberkahan yang menyertainya.
Pada bagian akhir tausiah, Ustadz Das’ad mengajak jamaah untuk terus memperbaiki dan menyempurnakan ibadah.
Ia menyampaikan bahwa Allah SWT akan memberikan jalan keluar dan memenuhi kebutuhan hamba-Nya melalui jalan yang tidak disangka-sangka ketika seseorang senantiasa memperbaiki hubungan dengan Allah SWT.
Ia juga mengingatkan pentingnya memperbanyak sedekah. Menurutnya, sedekah memiliki banyak keutamaan dan menjadi salah satu bentuk ibadah yang memberikan manfaat bagi kehidupan pribadi maupun masyarakat.
Pengajian akbar tersebut kemudian menjadi momentum refleksi bagi seluruh jamaah, khususnya para pejabat dan aparat penegak hukum, untuk memperkuat integritas, menjalankan amanah, serta menghadirkan pelayanan dan pengabdian yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Sulawesi Tenggara. (As)

