Senin, Mei 11, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Respon Arahan Gubernur, Satgas Pangan Sultra Gelar Sidak Terpadu Pantau Harga, Stok, dan Mutu Pangan

Kendari, Datasultra.com — Merespons arahan Gubernur Sulawesi Tenggara, Pemerintah Provinsi Sultra melalui Satuan Tugas (Satgas) Pangan menggelar inspeksi mendadak (sidak) dan monitoring terpadu terhadap harga, ketersediaan stok, serta mutu bahan pangan strategis di sejumlah wilayah.

Kegiatan yang tergabung dalam Satgas Pangan–Satuan Tugas Sapu Bersih (Saber) Pelanggaran Harga, Keamanan, dan Mutu Pangan Tahun 2026 ini dilaksanakan selama tiga hari, mulai 5 hingga 7 Februari 2026, dengan titik awal di Kota Kendari.

Sidak dipimpin langsung oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditkrimsus) Polda Sultra, serta melibatkan Satgas Daerah (Satgasda) yang terdiri dari sejumlah perangkat daerah lingkup Pemprov Sultra, di antaranya Dinas Ketahanan Pangan, Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), serta Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan.

Turut terlibat pula instansi vertikal dan mitra strategis, seperti Perum Bulog, Badan Pangan Nasional, serta Tenaga Ahli Menteri Pertanian.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sultra, Ari Sismanto, menjelaskan bahwa kegiatan monitoring ini bertujuan memastikan ketersediaan bahan pangan strategis tetap aman, harga terjangkau, serta layak dan aman dikonsumsi masyarakat.

“Pengawasan ini merupakan tindak lanjut arahan Bapak Gubernur Andi Sumangerukka agar pemerintah senantiasa mengambil langkah preventif terhadap potensi pelanggaran distribusi, keamanan, dan mutu pangan yang dapat merugikan masyarakat, khususnya menjelang meningkatnya kebutuhan pangan pada bulan suci Ramadhan 2026,” ujar Ari Sismanto, Senin 9 Februari 2026.

Operasi Saber Pangan Sultra menyasar sejumlah pasar tradisional, distributor, serta pelaku usaha pangan di Kota Kendari dan Kabupaten Konawe Selatan.

Kegiatan ini merupakan pengawasan rutin pemerintah yang pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Ramadhan dilakukan secara lebih intensif guna mengantisipasi lonjakan permintaan dan fluktuasi harga.

Beberapa titik pengawasan dipilih karena memiliki peran strategis dalam rantai distribusi pangan, di antaranya Pasar Baruga dan Pasar Anduonohu di Kota Kendari, serta Pasar Ranomeeto di Kabupaten Konawe Selatan.

Selain pasar, Satgas juga memfokuskan pengawasan pada komoditas yang rentan mengalami gejolak harga, seperti telur ayam, beras, dan minyak goreng.

Sejumlah distributor telur ayam dipantau untuk memastikan ketersediaan stok tetap aman, sementara distributor beras dan minyak goreng turut dikunjungi guna mencegah terjadinya kelangkaan maupun praktik penimbunan.

Ari Sismanto menyampaikan bahwa secara umum ketersediaan pangan strategis di Sultra masih terpantau aman.

Namun demikian, Satgas menemukan beberapa komoditas yang dijual melebihi Harga Eceran Tertinggi (HET) atau Harga Acuan Pembelian (HAP), di antaranya Minyakita (minyak goreng subsidi), beras, dan bawang putih.

“Dengan stok yang sebenarnya mencukupi, tidak ada alasan bagi pelaku usaha untuk menjual komoditas pangan di atas HET atau HAP yang telah ditetapkan,” tegasnya.

Atas temuan tersebut, Satgas Pangan memberikan imbauan kepada pedagang eceran agar mematuhi ketentuan harga yang berlaku serta memberikan teguran kepada distributor yang terbukti melakukan pelanggaran.

“Satgas akan terus mengawal stabilitas harga, ketersediaan pasokan, serta keamanan pangan strategis di Sulawesi Tenggara, sehingga masyarakat dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan dengan aman, tenang, dan nyaman,” pungkas Ari Sismanto. (As)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER