Baubau, Datasultra.com – Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Baubau, LM Takdir, menegaskan bahwa pihaknya mengerahkan seluruh personel bidang darat untuk melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas selama pelaksanaan salat Isya dan Tarawih di bulan Ramadan.
Menurutnya, personel Dishub disebar di hampir sebagian besar masjid di Kota Baubau, bekerja sama dengan Satuan Lalu Lintas Polres Baubau, guna memastikan keamanan serta menjaga kekhusyukan masyarakat dalam beribadah.
“Untuk pelaksanaan Tarawih selama Ramadan ini, personel kami sebar di beberapa masjid, hampir sebagian besar masjid di Kota Baubau. Kami bekerja sama dengan lantas untuk melaksanakan penjagaan. Semua personel bidang darat kami turunkan,” ujar LM Takdir.
Ia menjelaskan, pengamanan dilakukan dengan rekayasa lalu lintas di sekitar masjid-masjid yang menjadi pusat keramaian jamaah, seperti di kawasan Masjid Raya dan Masjid Tanah Abang.
Pada waktu salat Isya dan Tarawih, arus kendaraan dialihkan untuk mencegah kebisingan yang dapat mengganggu jalannya ibadah.
“Misalnya di Masjid Raya, saat salat Isya dan Tarawih, arus kendaraan dari arah BRI dialihkan ke Jalan Pantai Kamali. Ini untuk menghindari suara klakson atau kebisingan kendaraan yang bisa mengganggu jamaah. Begitu juga di Tanah Abang dan beberapa puluh masjid lainnya,” jelasnya.
Rekayasa lalu lintas tersebut, lanjutnya, bertujuan agar di sekitar masjid tidak terjadi keributan maupun kebisingan kendaraan, sehingga umat Islam dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan khusyuk.
Terkait kendala di lapangan, LM Takdir memastikan sejauh ini tidak ada persoalan berarti. Ia mengaku terus memantau kinerja personel melalui grup komunikasi internal.
“Saya punya grup WA untuk mengontrol anggota. Semua laporan lengkap dan sesuai dengan rekayasa yang ditentukan. Tidak ada persoalan, tidak ada masalah. Anggota yang kami tugaskan juga melaksanakan tugas dengan baik,” tegasnya.
LM Takdir juga menyampaikan pesan kepada seluruh masyarakat Kota Baubau agar bersama-sama menjaga suasana kondusif selama Ramadan.
Ia mengimbau agar masyarakat mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang telah ditetapkan serta menghindari aktivitas yang dapat mengganggu ketertiban umum.
“Kita saling menghargai. Jangan sampai membuat keributan atau keonaran, apalagi kegiatan yang tidak sesuai dengan suasana Ramadan. Bulan ini adalah bulan penuh berkah, mari kita manfaatkan untuk memperbanyak amal ibadah,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalihan arus lalu lintas dinilai tidak akan mengganggu pengendara secara signifikan. Kendaraan yang dialihkan tetap dapat melintas melalui jalur alternatif seperti kawasan Pantai Kamali hingga tembus ke jembatan gantung.
“Saya kira tidak terlalu mengganggu. Hanya dialihkan sementara selama waktu salat. Kami juga mengharapkan pengertian masyarakat, untuk saling mendukung dan menghormati demi terciptanya suasana Ramadan yang aman dan nyaman di Kota Baubau,” pungkasnya. (Sir)


