Kendari, Datasultra.com – Industri jasa keuangan di Sulawesi Tenggara (Sultra) memasuki awal tahun 2026 dengan kinerja yang semakin positif.
Pertumbuhan penyaluran kredit perbankan yang stabil, disertai meningkatnya aktivitas investor di pasar modal, menjadi sinyal kuat bahwa kepercayaan masyarakat terhadap sektor keuangan terus meningkat.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sulawesi Tenggara, Bismi Maulana Nugraha menuturkan, sektor perbankan di daerah masih berada dalam kondisi yang sehat dan menunjukkan tren ekspansi, terutama dalam pembiayaan kepada pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Kredit yang disalurkan kepada sektor UMKM terus mengalami peningkatan. Hingga Januari 2026, total kredit UMKM di Sultra tercatat mencapai Rp15,27 triliun atau tumbuh sekitar 4,73 persen secara tahunan.
“Ini menunjukkan bahwa UMKM tetap menjadi salah satu penggerak utama ekonomi daerah dan masih mendapat dukungan pembiayaan dari perbankan,” tuturnya.
Menurutnya, kontribusi kredit UMKM terhadap total penyaluran kredit perbankan di Sultra kini mencapai 35,29 persen.
Angka tersebut menegaskan bahwa sektor usaha kecil memiliki peran strategis dalam menopang aktivitas ekonomi masyarakat.
Meski demikian, struktur penyaluran kredit di Sultra masih didominasi oleh kredit konsumsi. Data OJK mencatat porsi kredit konsumsi mencapai 57,30 persen dari total kredit perbankan.
Sementara itu, kredit investasi berada di angka 26,13 persen dan kredit modal kerja sebesar 16,57 persen.
Bismi menilai kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi industri perbankan untuk meningkatkan penyaluran kredit produktif di masa mendatang.
“Ke depan perlu ada dorongan agar pembiayaan lebih banyak diarahkan ke sektor produktif seperti investasi dan modal kerja. Dengan begitu, dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah akan semakin besar,” pungkasnya. (N1)


