Kendari, Datasultra.com– Suasana hangat dan penuh keakraban mewarnai apel gabungan perdana pasca Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah di Lapangan Kantor Gubernur Sulawesi Tenggara, Senin 30 Maret 2026.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi antar aparatur sipil negara (ASN), tetapi juga momentum untuk meneguhkan kembali komitmen pelayanan publik dengan semangat baru.
Gubernur Sulawesi Tenggara, Andi Sumangerukka, memimpin langsung apel tersebut.
Dalam arahannya, ia menekankan pentingnya menjaga kinerja optimal di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang tengah diterapkan pemerintah.
Menurutnya, setiap organisasi perangkat daerah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap program dan kegiatan, agar pelaksanaannya benar-benar tepat sasaran serta memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Program yang dirancang harus benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Gubernur.
Ia juga mengingatkan bahwa dinamika global saat ini turut memberi pengaruh hingga ke daerah.
Ketegangan geopolitik yang berdampak pada distribusi energi dan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) menjadi tantangan tersendiri yang perlu diantisipasi secara bijak.
Dalam konteks tersebut, Gubernur mengajak seluruh ASN untuk membangun kesadaran kolektif dalam mendukung kebijakan penghematan energi sebagai bagian dari upaya menghadapi tekanan global.
Sebagai langkah adaptif, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara tengah mengkaji penerapan sistem kerja fleksibel atau work from home (WFH).
Kebijakan ini diharapkan mampu menekan konsumsi BBM, meskipun implementasinya masih menunggu surat edaran resmi sebagai dasar pelaksanaan.
“Pemerintah mengharapkan penerapan WFH dapat berkontribusi dalam mengurangi penggunaan BBM,” tambahnya.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa penerapan WFH tidak boleh mengurangi tanggung jawab dan kualitas kinerja ASN dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Lebih lanjut, terkait peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara tahun 2026, Gubernur menginstruksikan agar pelaksanaannya tetap mengedepankan asas manfaat serta disesuaikan dengan semangat efisiensi anggaran.
Ia memastikan bahwa di tengah keterbatasan fiskal, pemerintah daerah tetap memprioritaskan penggunaan anggaran untuk program-program strategis, seperti pengentasan kemiskinan, pembangunan infrastruktur jalan guna mendorong pertumbuhan ekonomi, peningkatan kualitas pendidikan, serta penguatan sektor kesehatan.
“Saya pastikan anggaran yang ada digunakan untuk kesejahteraan masyarakat,” tegasnya.
Apel gabungan ini menjadi lebih dari sekadar rutinitas pasca libur panjang. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi birokrasi untuk terus adaptif, responsif, dan efektif dalam menjalankan roda pemerintahan.
Di tengah era efisiensi dan ketidakpastian global, ketepatan arah kebijakan serta kebijaksanaan dalam bertindak menjadi kunci utama dalam menjaga stabilitas dan keberlanjutan pembangunan daerah. (As)


