Kamis, Agustus 20, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Sinergi BI dan Pemkot Kendari, Hadirkan 70 Kios Pangan Digital

Kendari, Datasultra.com – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) bersama Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Pangan 2026 sebagai langkah mempercepat program stabilisasi harga dan pasokan pangan, Rabu 15 April 2026.

Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) 2026, sebuah strategi baru yang dirancang untuk menghadapi tantangan inflasi yang kian kompleks, mulai dari dampak perubahan iklim, cuaca ekstrem, hingga sifat komoditas pangan yang musiman.

Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, menegaskan bahwa pengendalian inflasi bukan sekadar menjaga harga tetap stabil dalam jangka pendek, tetapi juga memastikan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan.

“Program yang dijalankan harus inovatif dan inklusif, melibatkan berbagai pihak agar dampaknya benar-benar dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Perwakilan BI Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, menekankan pentingnya sinergi dalam setiap langkah pengendalian inflasi. Menurutnya, kolaborasi menjadi kunci agar program berjalan efektif dan berkelanjutan.

“Tanpa sinergi, program akan berjalan sendiri-sendiri. Tapi dengan sinergi, dampaknya bisa jauh lebih besar dan cepat dirasakan,” katanya.

Berdasarkan data terbaru, inflasi Kota Kendari pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,33 persen (month to month), 2,95 persen (year on year), dan 1,16 persen (year to date). Tekanan inflasi terutama berasal dari komoditas pangan seperti beras, cabai rawit, ikan kembung, serta bahan bakar rumah tangga.

Sebagai langkah konkret, Rakor Pangan 2026 menghasilkan sejumlah program strategis. Salah satunya adalah penambahan 70 kios pangan digital baru serta lima kerja sama antardaerah berbasis business to business (B2B).

Program ini ditujukan untuk memperkuat distribusi, memangkas rantai pasok, dan menjaga ketersediaan bahan pangan.

Tak hanya itu, TPID juga meluncurkan program “PKK Kasoami” (Keluarga Adaptif, Sehat, Optimal Mengendalikan Inflasi) yang melibatkan 11 kecamatan.

Program ini mendorong peran keluarga dalam mengelola pola konsumsi secara bijak agar tekanan harga bisa ditekan dari sisi permintaan.

Di sektor pendidikan, inovasi juga dilakukan melalui program “Sekolah Hebat” yang diterapkan di 24 SMP Negeri di Kendari. Program ini mengajak siswa belajar langsung tentang pengendalian inflasi melalui kegiatan berkebun hingga edukasi ekonomi sejak dini.

Rakor ini turut dihadiri ratusan pelaku kios pangan digital yang mendapatkan pembekalan terkait manajemen distribusi dan pengelolaan pangan, sebagai bagian dari penguatan ekosistem pangan daerah.

Dengan berbagai langkah tersebut, Pemerintah Kota Kendari bersama BI optimistis pengendalian inflasi dapat dilakukan lebih terarah, mulai dari hulu hingga hilir. Harapannya, stabilitas harga tetap terjaga dan pertumbuhan ekonomi daerah terus bergerak positif secara berkelanjutan. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER