Kendari, Datasultra.com – Sultra Maimo Shariah Fest 2026 resmi dibuka dengan semangat mendorong pertumbuhan ekonomi syariah dan penguatan UMKM di Sulawesi Tenggara.
Kegiatan ini menjadi bukti nyata kolaborasi antara pemerintah daerah dan Bank Indonesia dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
Wakil Gubernur Sultra, Ir. Hugua, menegaskan bahwa sektor ekonomi kreatif memiliki kontribusi besar dalam perekonomian nasional dan terus menunjukkan tren positif.
Bahkan, lebih dari 30 persen kontribusi ekonomi kreatif berasal dari berbagai kegiatan berbasis budaya, alam, dan inovasi masyarakat.
“Festival seperti ini menjadi bagian penting dalam menggerakkan ekonomi kreatif sekaligus memperkuat ekosistem UMKM berbasis syariah,” ujarnya saat membuka kegiatan Sultra Maimo Sharia Fest 2026 di salah satu pusat perbelanjaan di Kendari, Jumat 24 April 2026.
Ia juga mengapresiasi inovasi Bank Indonesia, khususnya dalam pengembangan sistem pembayaran digital melalui QRIS.
Sepanjang 2025, transaksi QRIS tercatat tumbuh hingga 184,61 persen, menandakan percepatan adopsi digital di tengah masyarakat.
“QRIS bukan hanya memudahkan transaksi, tapi juga membuka akses keuangan yang lebih luas bagi pelaku UMKM serta meningkatkan transparansi,” tambahnya.
Dari sisi struktur tenaga kerja, Hugua menyebut sektor pertanian masih mendominasi sekitar 23 persen, disusul pertambangan 20 persen dan perdagangan 18 persen. Kondisi ini mempertegas pentingnya peran UMKM sebagai penggerak utama ekonomi daerah.
Meski Sultra mencatat pertumbuhan ekspor tertinggi secara kumulatif di Indonesia, dominasi sektor pertambangan yang mencapai 99,6 persen dinilai perlu diimbangi.
Pemerintah daerah mendorong peningkatan kontribusi sektor pertanian dan UMKM agar tercipta nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
“Kalau UMKM berkembang, maka seluruh lapisan masyarakat akan merasakan dampaknya, mulai dari kelas menengah ke bawah hingga ke atas,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala BI Sultra Edwin Permadi menegaskan komitmen Bank Indonesia untuk terus bersinergi dengan pemerintah daerah dalam pengembangan ekonomi syariah.
“Program yang kami jalankan sejalan dengan visi pemerintah daerah. Kami fokus mendukung UMKM, termasuk pembinaan ekonomi syariah dan penguatan ekosistem pesantren,” ungkap Edwin.
Ia menambahkan, dalam festival ini turut melibatkan puluhan tenant, termasuk 17 pesantren serta perwakilan dari kabupaten/kota dan Dekranasda.
Melalui Sultra Maimo Shariah Fest 2026, diharapkan geliat UMKM semakin kuat, ekonomi syariah berkembang pesat, dan pertumbuhan ekonomi daerah semakin inklusif di tengah dinamika global. (N1)



