Sabtu, Mei 2, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Talkshow “Travel, Halal, and Repeat” BI Sultra: Anak Muda Jadi Kunci Dongkrak Wisata Halal Dunia

Kendari, Datasultra.com – Upaya mendorong Sulawesi Tenggara sebagai bagian dari peta besar pariwisata halal dunia terus digencarkan. Salah satunya melalui talkshow bertajuk “Travel, Halal, and Repeat” yang digelar Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sultra di Lippo Plaza Kendari, Jumat (24/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian Sultra Maimo Sharia Fest 2026 sekaligus memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-62 Provinsi Sulawesi Tenggara. Menghadirkan empat narasumber, diskusi ini mengupas tuntas peluang dan tantangan pengembangan wisata ramah Muslim di era digital.

Perwakilan Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah BI, Annisa Elma Nabila, menekankan bahwa peran generasi muda sangat krusial dalam memperkuat posisi Indonesia pada Global Muslim Travel Index (GMTI).

Ia mengungkapkan, Indonesia sempat menduduki posisi puncak GMTI pada 2023 dan 2024, namun turun ke posisi kelima pada 2025. Menurutnya, kondisi ini menjadi sinyal kuat bahwa inovasi, terutama dari kalangan muda harus terus didorong.

“Anak muda adalah penggerak tren halal tourism, mulai dari penyediaan fasilitas ibadah, kuliner halal, hingga pengalaman wisata yang ramah Muslim. Ini peluang besar yang tidak boleh dilewatkan,” ujarnya.

Annisa juga mengajak pemuda Sultra untuk aktif berkontribusi dalam Indonesia Muslim Travel Index (IMTI), agar Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi mampu menjadi pemimpin destinasi wisata Muslim dunia.

Senada, Manajer Eksekutif KDEKS Sultra, Samdin, menyoroti pentingnya konsep muslim friendly tourism. Ia mengingatkan bahwa rekreasi tetap harus berjalan seiring dengan nilai spiritual.

“Wisata itu kebutuhan, tapi jangan sampai melupakan nilai-nilai Islami. Konsep syariah travel harus menjadi arah ke depan,” tegasnya.

Dari sisi praktisi, kreator konten wisata Muslim Indira membagikan perspektif wisatawan. Ia menyebut tiga faktor utama yang kini menjadi pertimbangan pelancong: pengalaman, nilai, dan aksesibilitas.

Menurutnya, konsep wisata halal justru membuka ruang eksplorasi tanpa harus kehilangan identitas.

“Halal travel bukan batasan. Ini cara kita tetap menikmati dunia tanpa meninggalkan nilai yang kita pegang,” katanya.

Sementara itu, kreator konten lainnya, Bagiro, menekankan pentingnya strategi promosi digital, khususnya melalui platform seperti TikTok.
Ia menyebut, pariwisata halal bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan akan rasa aman dalam konsumsi dan kemudahan beribadah selama perjalanan.

“Ini tentang bagaimana orang bisa traveling dengan nyaman tanpa harus berkompromi dengan nilai-nilai mereka,” jelasnya.

Melalui talkshow ini, BI Sultra berharap literasi masyarakat terhadap gaya hidup halal, khususnya di sektor pariwisata, semakin meningkat. Dengan potensi alam dan budaya yang dimiliki, Bumi Anoa dinilai punya peluang besar menjadi destinasi unggulan dalam ekosistem wisata halal nasional hingga global. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER