Sabtu, Mei 2, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

BI Sultra Dorong Ekonomi Hijau, Ubah Sampah Plastik Jadi Rupiah

Kendari, Datasultra.com – Upaya mengubah sampah menjadi bernilai ekonomi kini semakin nyata. Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara menghadirkan Reverse Vending Machine (RVM) Plasticpay dalam pameran Harmoni Sultra 2026, yang digelar di pelataran eks MTQ Kendari, 24–27 April 2026.

Kehadiran mesin pintar ini langsung menyedot perhatian pengunjung. Tak sekadar melihat, masyarakat Kota Kendari tampak antusias menukarkan botol plastik bekas mereka. Hingga malam 26 April 2026, tercatat sekitar 4.000 botol plastik berhasil dikumpulkan, angka yang diprediksi terus bertambah seiring tingginya partisipasi publik.

RVM Plasticpay merupakan mesin otomatis yang menerima botol plastik jenis Polyethylene Terephthalate (PET), yang umumnya ditandai dengan simbol segitiga angka 1 di bagian bawah botol. Setiap botol yang dimasukkan akan dikonversi menjadi poin senilai Rp500 melalui aplikasi Plasticpay.

Strategic Communication & Partnership Plasticpay, Zelvia Meliani, menjelaskan bahwa poin yang terkumpul dapat dicairkan menjadi uang digital melalui berbagai dompet elektronik seperti OVO, Dana, GoPay, hingga rekening bank.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin memudahkan masyarakat untuk berkontribusi langsung dalam pengelolaan sampah plastik sekaligus mendapatkan manfaat ekonomi,” ujarnya.

Lebih dari sekadar nilai rupiah, setiap botol yang ditukarkan juga berdampak positif bagi lingkungan. Zelvia menyebut, satu botol plastik yang didaur ulang mampu mengurangi emisi karbon hingga 83 gram CO2.

Menariknya, hasil pengumpulan botol plastik tersebut tidak berhenti sebagai limbah. Plasticpay mengolahnya menjadi produk daur ulang bernilai guna seperti tas, dompet, hingga tempat pensil yang fungsional dan ramah lingkungan.

Tak hanya itu, proses produksinya juga melibatkan pelaku UMKM dan komunitas disabilitas. Hal ini menjadikan program tersebut tidak hanya berorientasi lingkungan, tetapi juga mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Ini bukan sekadar pengelolaan sampah, tapi juga membuka peluang ekonomi inklusif,” tambah Zelvia.

Melalui inisiatif ini, KPw BI Sultra mengajak masyarakat untuk terus membangun kebiasaan peduli lingkungan dengan mengumpulkan dan menukarkan sampah plastik, sekaligus menjadi bagian dari gerakan ekonomi hijau yang berkelanjutan. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER