Selasa, Juni 9, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Bakar Semangat Mahasiswa UHO, Mentan Amran Minta Kampus Ikut Kawal Kemandirian Pangan

​Kendari, Datasultra.com – Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman mengajak civitas akademika mengambil peran central dan lebih agresif dalam mengawal kemandirian pangan demi masa depan bangsa.

​Pesan tersebut ditegaskan Mentan Amran saat memberi materi dalam Kuliah Umum di Auditorium Mokodompit, Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sabtu 6 Juni 2026.

​Kegiatan bertajuk “Dari Kampus untuk Negeri: Penguatan Nilai Kebangsaan, Inovasi Pertanian, dan Kemandirian Pangan Nasional” ini dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor Bidang Kerja Sama, Sistem Informasi, dan Humas UHO, Takdir Saili.

​Dalam paparanya itu, Amran menggarisbawahi bahwa kampus adalah laboratorium raksasa lahirnya inovasi. Kemajuan sebuah negara, menurutnya, selalu linier dengan seberapa besar kontribusi dunia akademik dalam menjawab tantangan riil di masyarakat.

​Namun, ia mengingatkan bahwa ide hebat di atas kertas tidak akan mengubah nasib petani jika hanya tersimpan di perpustakaan. Perlu ada jembatan kokoh antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri.

“Kolaborasi menjadi kunci. Kampus menghadirkan gagasan, pemerintah berperan sebagai regulator, sementara dunia usaha mendukung implementasi di lapangan,” tegas Amran di hadapan peserta kuliah umum.

​Di hadapan mahasiswa UHO, pria kelahiran Bone ini juga membeberkan peta jalan (roadmap) pemerintah dalam mengejar swasembada pangan.

Saat ini, pemerintah tengah menggenjot pembukaan lahan pertanian skala besar berbasis teknologi modern yang tersebar di Kalimantan, Sumatera, hingga Papua.

​Amran mencontohkan proyek di Papua Selatan yang kini mulai membuahkan hasil nyata, tidak hanya mendongkrak produksi tetapi juga efektif menjaga stabilitas harga beras lokal.

​Tidak hanya bicara makro, Mentan Amran juga merespons langsung jeritan petani di Sulawesi Tenggara yang lahannya sempat terkena bencana banjir.

Pada sesi dialog yang berlangsung interaktif, ia memastikan negara hadir memberikan solusi konkret.

​“Berbagai bantuan sudah disalurkan, mulai dari benih gratis hingga alat dan mesin pertanian (alsintan) modern agar petani bisa segera turun sawah lagi. Program ini terus berjalan secara simultan melibatkan lintas kementerian,” jelasnya.

Sebagai penutup, Amran menegaskan bahwa kedaulatan pangan adalah kerja maraton yang membutuhkan nafas panjang dan dukungan semua lini.

​Lewat momentum kuliah umum ini, ia menaruh harapan besar di pundak generasi muda UHO agar tidak ragu melahirkan inovasi segar yang mampu mendongkrak produktivitas sektor pertanian sekaligus mengangkat kesejahteraan petani Indonesia di masa depan. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER