Rabu, Juli 1, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Bacalon Rektor UHO Paparkan Visi-Misi, Plt Rektor Titip 4 Pesan Penting

Kendari, Datasultra.com – Panggung kontestasi Pemilihan Rektor (Pilrek) Universitas Halu Oleo (UHO) periode 2026-2030 resmi menghangat.

Sebanyak 10 bakal calon (Bacalon) Rektor memaparkan visi, misi, dan program kerja mereka di hadapan senat dan civitas akademika, Selasa 30 Juni 2026.

Banyaknya figur yang maju dalam bursa kepemimpinan ini dinilai sebagai sinyal positif bagi masa depan kampus hijau tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Rektor UHO, Prof. Dr. Khairul Munadi, ST., M.Eng., menyebut fenomena ini sebagai bukti nyata bahwa UHO tidak pernah krisis kader pemimpin yang potensial.

“Sepuluh bakal calon ini mencerminkan bahwa kampus kita memiliki sumber daya kepemimpinan yang kuat dan sangat berharga,” ujar Khairul saat membuka kegiatan.

Pria yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) ini mengungkapkan, berdasarkan hasil dialognya dengan berbagai elemen mulai dari pimpinan, dosen, tenaga kependidikan, hingga mahasiswa, UHO punya modal raksasa untuk menjadi salah satu universitas terbaik di kawasan Indonesia Timur.

Namun, ia menggarisbawahi bahwa potensi besar tersebut tidak akan berarti apa-apa tanpa adanya keselarasan arah. Energi seluruh civitas akademika harus bergerak serentak.

Menurut Khairul, momen pemaparan visi-misi ini bukan sekadar formalitas tahapan Pilrek. Ini adalah momentum krusial untuk membangun kembali kepercayaan, memperkuat persatuan, dan menyatukan optimisme.

“Yang kita cari bukan sekadar siapa yang ingin menjadi rektor. Tetapi siapa yang memiliki visi paling jelas, integritas kokoh, kapasitas kepemimpinan kuat, serta mampu membangun kolaborasi untuk membawa UHO melompat lebih jauh,” tegasnya.

Menghadapi tantangan dunia pendidikan tinggi yang berubah super cepat, Khairul mengingatkan bahwa UHO ke depan membutuhkan sosok pemimpin visioner, bukan sekadar administrator.

Rektor masa depan harus bertindak sebagai pemimpin akademik, agen perubahan, sekaligus pemersatu.

Ia menantang para bacalon untuk tidak hanya menyodorkan daftar program kerja normatif.

Lebih dari itu, mereka harus mampu mendemonstrasikan strategi konkret dalam meningkatkan mutu pendidikan, memperkuat riset dan inovasi, memperluas kemitraan strategis (Pemda, dunia usaha/industri, hingga internasional).

Hingga menghadirkan skema pembiayaan kreatif demi kemandirian institusi yang berdampak langsung ke masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Plt Rektor menitipkan empat pesan pamungkas yang harus dijaga selama proses Pilrek berlangsung, yakni jadikan Pilrek sebagai ajang adu ide dan program, bukan ajang adu kekuatan. Siapa pun yang terpilih harus merangkul semua pihak.

“Pemilihan hanya menghasilkan satu rektor, tetapi kepemimpinan yang berhasil adalah yang mampu menggerakkan seluruh potensi universitas,” kata Khairul.

Perlu diingat UHO dibangun bukan semata-mata mengejar peringkat, melainkan untuk melahirkan ilmu pengetahuan, membentuk karakter, menciptakan inovasi, dan memberi solusi bagi masyarakat.

Paling penting, menjaga marwah kampus lewat integritas, tata kelola yang bersih (good governance), budaya akademik yang sehat, serta keteladanan dari para pemimpinnya.

Menutup arahannya, Khairul menegaskan posisi netralnya dalam proses pemilihan ini. Ia menjamin tidak memiliki kepentingan personal terhadap siapapun kandidat yang bertarung.

“Amanah yang saya terima adalah memastikan proses ini berlangsung objektif, bermartabat, dan menghasilkan pemimpin terbaik bagi Universitas Halu Oleo,” terangnya.

Sebagai Dirjen Dikti, ia memastikan Kementerian akan menjadi mitra strategis bagi rektor terpilih untuk mendongkrak mutu dan relevansi UHO di masa depan.

Ia pun mengajak seluruh keluarga besar UHO untuk tetap solid hingga akhir proses transisi.

“Mari kita wariskan kepada rektor berikutnya bukan kampus yang terbelah, tetapi kampus yang bersatu, optimistis, dan siap melangkah menuju masa depan,” pungkasnya. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER