Jumat, November 6, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

BI Sultra Perkuat Digitalisasi UMKM dan Pariwisata Lewat QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026

Kendari, Datasultra.com– Bank Indonesia (BI) Sulawesi Tenggara mendorong pelaku UMKM dan sektor pariwisata semakin akrab dengan transaksi digital melalui program QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026.

Kegiatan yang mengusung tema “Jelajah Kuliner Nusantara, Bayar Praktis dengan QRIS” tersebut menjadi bagian dari program strategis Road to FEKDI x ISEF 2026 sekaligus upaya memperluas penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di tengah berkembangnya ekonomi digital.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Tenggara, Edwin Permadi, melalui siaran pers mengatakan kegiatan tersebut dirancang tidak hanya untuk mengenalkan QRIS, tetapi juga menghubungkan digitalisasi pembayaran dengan potensi kuliner, UMKM, budaya, dan pariwisata daerah.

“QRIS Jelajah Kuliner Indonesia menjadi bagian dari upaya mendorong akselerasi digitalisasi sistem pembayaran sekaligus memperkuat ekosistem ekonomi digital berbasis UMKM dan pariwisata,” kata Edwin.

Program tersebut dikemas dengan pendekatan experiential learning sehingga peserta tidak sekadar menerima edukasi, tetapi langsung menjalankan berbagai misi di lapangan.

Kegiatan berlangsung di tiga daerah, yakni Kota Kendari, Kota Baubau, dan Kabupaten Muna. Pendaftaran yang dibuka pada 25–30 Juni 2026 mendapat respons tinggi dengan 227 orang mendaftar.

Dari jumlah tersebut, BI Sultra memilih delapan tim yang terdiri dari 24 peserta dan delapan fasilitator.

Mereka kemudian menjalankan sejumlah misi, mulai dari edukasi QRIS, kampanye Cinta, Bangga, dan Paham (CBP) Rupiah, Perlindungan Konsumen, pemanfaatan transportasi online, hingga promosi kuliner dan UMKM lokal.

Rangkaian kegiatan dimulai di Kota Kendari pada 8 Juli, dilanjutkan di Kota Baubau pada 9–10 Juli, kemudian berakhir di Kabupaten Muna pada 11–12 Juli 2026.

Hasilnya cukup signifikan. Edukasi penggunaan transportasi online tercatat menjangkau 270 orang. Sementara misi QRIS experience yang memperkenalkan tujuh fitur QRIS diikuti 369 pengguna.

Edukasi CBP Rupiah dan Perlindungan Konsumen (PeKA) bahkan menjangkau 1.541 orang.

Tak hanya bergerak secara langsung, kampanye digital yang menjadi bagian dari kegiatan tersebut juga mencatatkan capaian tinggi.

Konten edukasi yang disebarluaskan berhasil menghasilkan 652.974 engagement dengan jangkauan mencapai 23.834 orang dan masih berpotensi bertambah.

Kabupaten Muna menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian kegiatan karena pelaksanaannya dirangkaikan dengan Festival Liangkobori ke-4 pada 11 Juli 2026.

Festival tersebut dihadiri Menteri Kebudayaan RI, Wakil Menteri Dalam Negeri RI, Deputi Kementerian Pariwisata RI, Gubernur Sulawesi Tenggara, Bupati Muna, serta jajaran Forkopimda.

Di Muna, peserta QRIS Jelajah Kuliner Indonesia tidak hanya diajak mengenal transaksi digital, tetapi juga menyelami kekayaan budaya dan kuliner daerah.

Mereka mengeksplorasi Tradisi Ewa Wuna, atraksi layang-layang tradisional Kaghati Kolope, Tarian Linda dan Modero, hingga melihat langsung proses pembuatan makanan tradisional Tunuha.

Momentum tersebut sekaligus memperkenalkan Gua Liangkobhori yang menjadi bagian penting dari sejarah dan kebudayaan Muna.

Situs prasejarah itu mendapat pengakuan Guinness World Records atas lukisan cadas yang berdasarkan penelitian BRIN berusia 67.800 tahun.

BI Sultra turut memberikan dukungan melalui fasilitasi sarana kawasan wisata Gua Liangkobori, penguatan UMKM binaan, termasuk Tenun Masalili, serta mendorong edukasi dan implementasi transaksi digital QRIS bagi masyarakat dan pelaku usaha.

Edwin menegaskan, kolaborasi antara digitalisasi pembayaran, UMKM, pariwisata, dan budaya merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem ekonomi daerah.

“Penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital diharapkan dapat menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara yang inklusif dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, rangkaian QRIS Jelajah Kuliner Indonesia Sulawesi Tenggara 2026 juga menunjukkan bahwa digitalisasi pembayaran dapat berjalan beriringan dengan promosi potensi lokal.

Dengan QRIS, pelaku usaha tidak hanya mendapatkan alternatif pembayaran yang praktis, tetapi juga memiliki peluang memperluas akses transaksi kepada masyarakat yang semakin terbiasa menggunakan pembayaran digital.

BI Sultra pun menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemangku kepentingan yang terlibat dan berkomitmen melanjutkan penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital di Sulawesi Tenggara.

Program tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan kampanye, tetapi menjadi momentum memperluas akseptasi QRIS sekaligus membawa UMKM, kuliner, pariwisata, dan ekonomi kreatif Sultra semakin siap memasuki era transaksi digital. (N1)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER