Baubau, Datasultra.com – Lomba dayung koli-koli dan perahu hias yang digelar Dinas Perikanan Kota Baubau di kawasan Kotamara, Senin 12 Oktober 2026, berlangsung meriah. Kegiatan yang dimulai pukul 13.00 hingga 16.00 WITA itu mendapat sambutan antusias dari peserta maupun masyarakat.
Perlombaan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Baubau ke-485 dan HUT ke-25 Kota Baubau sebagai daerah otonom.
Wali Kota Baubau H. Yusran Fahim bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Sekretaris Daerah La Ode Darussalam, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, dan lurah turut menyaksikan jalannya perlombaan.
Para pejabat tersebut mengikuti kegiatan sejak awal hingga penyerahan hadiah kepada para pemenang. Masyarakat juga memadati kawasan Kotamara untuk menyaksikan adu ketangkasan para peserta dayung koli-koli dan keindahan perahu hias.
Kepala Dinas Perikanan Kota Baubau, Hj. Yulia Widiarti, mengatakan pelaksanaan kegiatan berjalan lancar dengan partisipasi peserta dan antusiasme masyarakat yang sesuai harapan.
“Alhamdulillah, antusiasme masyarakat dan peserta sangat baik. Semua bisa hadir dan mengikuti lomba. Kita juga sudah menyaksikan para pemenang, baik lomba perahu hias maupun dayung koli-koli,” ujarnya.
Menurut Yulia, kegiatan tersebut tidak semata-mata berorientasi pada perebutan juara dan hadiah. Lebih dari itu, lomba ini menjadi ruang bagi masyarakat pesisir untuk terlibat aktif dalam memeriahkan hari jadi daerah.
Ia menjelaskan, lomba dayung koli-koli merupakan tradisi yang telah diwariskan sejak zaman nenek moyang dan kini kembali digiatkan agar tetap dikenal serta dicintai generasi muda.
“Kita ingin masyarakat pesisir mengambil peran dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Baubau. Harapannya, anak-anak muda semakin mencintai lomba tradisional seperti dayung koli-koli ini,” katanya.
Yulia menambahkan, pelaksanaan perlombaan berlangsung aman hingga selesai. Meski sempat terjadi kendala teknis dalam pengaturan posisi perahu saat lomba perahu hias karena para peserta ingin bergerak bersamaan, situasi tersebut dapat dikendalikan.
Ia menyebut kondisi cuaca yang mendukung turut membantu kelancaran kegiatan. Seluruh rangkaian perlombaan pun dapat dituntaskan sebelum rangkaian acara berikutnya dimulai.
Dari sisi jumlah peserta, lomba dayung koli-koli diikuti sekitar 45 hingga 46 peserta. Panitia sengaja membatasi jumlah peserta agar perlombaan dapat diselesaikan pada hari yang sama, mengingat agenda pembukaan peringatan hari jadi Baubau juga dijadwalkan berlangsung setelahnya.
Sementara itu, sekitar 25 perahu mengikuti lomba perahu hias. Jumlah tersebut melampaui perkiraan awal panitia yang sempat khawatir partisipasi nelayan akan terbatas karena kondisi cuaca sedang mendukung aktivitas melaut.
“Untuk perahu hias, kami sempat pesimistis karena menghias perahu membutuhkan waktu dua sampai tiga hari dan nelayan biasanya memanfaatkan cuaca bagus untuk melaut. Namun, Alhamdulillah, sekitar 25 perahu ikut berpartisipasi,” ungkap Yulia.
Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kota Baubau diharapkan dapat terus mendorong pelestarian tradisi bahari sekaligus memperkuat keterlibatan masyarakat pesisir dalam menjaga identitas budaya daerah. (Sir)


