Baubau, Datasultra.com – Pemerintah Kota Baubau mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap yang masih menyelimuti wilayah tersebut. Warga diminta menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah serta membatasi kegiatan di luar ruangan jika tidak mendesak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Baubau, La Ode Darussalam, mengatakan pemerintah daerah telah mengeluarkan seruan kepada masyarakat melalui penyebaran flyer dan surat kepada camat serta lurah untuk diteruskan kepada warga di wilayah masing-masing.
“Pertama, setiap keluar rumah diharapkan menggunakan masker. Kalau tidak ada agenda penting, jangan keluar rumah, termasuk anak-anak agar diawasi. Kita belum tahu apakah asap ini bisa menimbulkan penyakit atau gangguan pernapasan,” ujarnya.
Ia menegaskan, penggunaan masker perlu menjadi perhatian masyarakat dalam setiap aktivitas, terutama ketika berada di luar rumah. Langkah tersebut diharapkan dapat membantu mengurangi risiko paparan kabut asap.
Terkait asal-usul kabut asap dan berapa lama kondisi tersebut akan berlangsung, Darussalam mengaku pemerintah daerah masih membutuhkan informasi lebih lanjut dari pihak terkait.
Menurutnya, Pemkot Baubau akan berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengetahui perkembangan kondisi tersebut sekaligus membahas langkah yang perlu diambil pemerintah daerah.
“Untuk kabut asap ini, kita juga belum tahu berasal dari mana dan sampai kapan harus diwaspadai. Nanti kami akan berkoordinasi dengan BMKG terkait langkah-langkah yang perlu dilakukan pemerintah daerah,” katanya.
Selain itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Baubau telah menyebarkan sejumlah flyer berisi imbauan agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap kabut asap.
Sementara itu, mengenai kemungkinan meliburkan siswa sekolah, Darussalam mengatakan kebijakan tersebut belum menjadi keputusan pemerintah daerah. Pemkot Baubau masih akan memantau perkembangan kondisi kabut asap dan mempertimbangkan dampaknya terhadap kesehatan masyarakat.
Ia menyebutkan, Dinas Kesehatan juga memiliki peran penting dalam mengkaji tingkat paparan dan dampak kabut asap sebelum pemerintah menentukan langkah lanjutan, termasuk kemungkinan penerapan kebijakan khusus di sektor pendidikan.
“Kebijakan meliburkan anak sekolah belum sampai pada tahap itu. Kita akan melihat perkembangan ke depan karena Dinas Kesehatan juga punya peran untuk menilai sejauh mana pengaruh asap ini terhadap masyarakat. Jadi, masih membutuhkan kajian lebih dalam,” tutupnya. (Sir)


