Manasik Haji 2025, Kemenag Sultra Komitmen Beri Pelayanan Maksimal

Pelaksanaan manasik haji tingkat Kota Kendari, Rabu (9/4/2025).
Listen to this article

Kendari, Datasultra.com – Kantor Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Sulawesi Tenggara (Sultra) menggelar kegiatan manasik haji tingkat Kota Kendari Tahun 1446 H/2025 M, Rabu 9 April 2025.

Dalam kegiatan tersebut, Kakanwil Kemenag Prov. Sultra, H. Muhammad Saleh mengungkapkan, pihaknya berkomitmen memberi pelayanan maksimal kepada jamaah calon haji (JCH).

Kakanwil Kemenag Sultra, H. Muhammad Saleh mengatakan, ibadah haji merupakan salah satu rukun Islam yang menjadi impian bagi setiap muslim.

Untuk dapat melaksanakan ibadah ini dengan sempurna, diperlukan pemahaman yang baik tentang tata cara, hukum, serta hikmah di balik setiap amalan haji.

“Manasik haji menjadi bagian penting dalam persiapan sebelum berangkat ke tanah suci,” tuturnya.

Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam penyelenggaraan ibadah haji, pihaknya terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi jamaah, termasuk dalam hal bimbingan manasik.

Sebagaimana tertuang dalam delapan Asta Protas Kementerian Agama yang salah satunya ialah sukses penyelenggaraan haji 2025. Manasik haji lingkup Kota Kendari ini, dibuka langsung oleh Walikota Kendari, Siska Karina Imran.

“Kita berusaha agar jamaah tersenyum di awal, saat persiapan, senyum di tengah saat menjalankan ibadah haji dan senyum di akhir usai berhaji. Semoga semua mabrur,” terang Saleh.

Melalui kegiatan ini pula, dia berharap seluruh JCH dapat memahami rangkaian ibadah haji secara baik dan benar, sehingga dapat melaksanakannya dengan khusyuk dan sesuai dengan tuntunan syariat Islam.

Ia pun mengingatkan kepada seluruh jamaah agar menjaga kesehatan fisik dan mental. Perjalanan haji bukan sekedar perjalanan fisik, namun juga perjalanan spiritual yang membutuhkan kesiapan lahir dan batin untuk mencapai haji yang bukan sekedar makbul, tapi juga mabrur. Sebab, kata Saleh, terdapat perbedaan antara haji makbul dan haji mabrur.

“Haji makbul adalah haji yang sah secara syariat, yaitu telah memenuhi semua rukun, wajib dan sunnah haji dengan benar. Namun, belum tentu haji tersebut mabrur (diterima dengan sempurna oleh Allah dan membawa perubahan positif dalam diri seseorang),” jelasnya.

Sedangkan haji mabrur, selain sah, diterima oleh Allah, juga membawa perubahan akhlak serta ketakwaan. Jadi, setiap haji mabrur pasti makbul, namun tidak setiap haji makbul itu mabrur.

Haji mabrur dilakukan karena keihklasan semata-mata karena Allah SWT, sesuai tuntunan syariah, ditandai dengan meningkatnya ketakwaan serta kepedulian kepada orang lain.

“Oleh karena itu, selain memastikan haji kita sah, kita juga harus berusaha menjaga niat, keikhlasan dan meningkatkan amal setelah pulang dari haji agar mencapai derajat mabrur. Karena, haji mabrur tidak hanya berdampak pada individu, tapi juga membawa keberkahan bagi keluarga dan masyarakat,” tuturnya.

Dirinya mengingatkan kepada seluruh Jemaah agar memanfaatkan waktu sebaik mungkin untuk belajar, bertanya kepada para pembimbing, serta memperbanyak ibadah dan doa.

Saleh juga mengajak seluruh Jemaah untuk menjaga kebersamaan dan kekompakan selama menjalani ibadah haji. Menjaga nama baik daerah kita, mengikuti arahan petugas, serta menunjukkan sikap disiplin dan kesabaran dalam setiap tahapan perjalanan.

Insya Allah dengan niat yang ikhlas dan usaha yang maksimal, ibadah haji kita akan diterima oleh Allah SWT dan membawa keberkahan bagi diri kita, keluarga, serta masyarakat, imbuhnya.

Pada momen tersebut, Saleh pun memberikan apresiasi kepada Pemda Kota Kendari yang terus memberikan dukungan pada kegiatan keagamaan di Kota Kendari, termasuk dalam pelaksanaan ibadah haji tahun ini.

“Semoga kegiatan manasik ini berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat bagi seluruh Jemaah Calon Haji Kota Kendari,” tutupnya. (N1)

Facebook Comments Box