Kendari, Datasultra.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama Pemerintah Kota Kendari menghadirkan Festival Kuliner Sultra Maimo 2026 di pelataran The Park Kendari, Minggu (02/08/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk memperkuat Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sekaligus menggenjot sektor pariwisata.
Acara pembukaan tersebut dihadiri langsung oleh Kepala KPwBI Sultra, Edwin Permadi, Wali Kota Kendari, Siska Karina Imran, Wakil Wali Kota Kendari, Sudirman, serta Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra Bismi Maulana Nugraha. Turut hadir pula jajaran pimpinan perbankan, pelaku usaha, serta berbagai pemangku kepentingan strategis daerah.
​Pelaksanaan festival kuliner ini menjadi agenda pembuka dari rangkaian besar Sultra Maimo 2026. Program ini dirancang khusus untuk mendorong kapasitas usaha UMKM lokal melalui inovasi produk, pemanfaatan teknologi digital, perluasan akses pembiayaan, hingga pembukaan pasar yang lebih luas.
​Dalam arahannya, Kepala Perwakilan BI Sultra, Edwin Permadi menegaskan bahwa ajang ini bukan sekadar pameran makanan biasa, melainkan bentuk kolaborasi nyata antara otoritas moneter, pemerintah daerah, dan pelaku industri keuangan untuk memperkuat daya saing ekonomi Sultra.
​”Melalui festival ini, kami menyediakan ruang promosi dan kolaborasi bagi para pelaku UMKM kuliner lokal serta perwakilan coffee shop Sultra. Cita rasa khas daerah merupakan daya tarik utama yang saling menopang dengan sektor pariwisata,” ujar Edwin.
​Selain menjadi ajang promosi produk unggulan dan ragam olahan Nusantara, festival ini difungsikan sebagai media jejaring bisnis (business matching). Kehadiran pelaku UMKM unggulan diharapkan menjadi sarana pertukaran pengalaman (sharing session) guna meningkatkan standar kualitas produk lokal agar mampu bersaing di tingkat nasional.
​Ke depan, sinergi antara Bank Indonesia, Pemda, OJK, BMPD, hingga FKIJK akan terus diperkuat. Fokus utamanya mencakup percepatan digitalisasi sistem pembayaran, peningkatan inklusi keuangan, serta pembentukan ekosistem ekonomi daerah yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan di Sulawesi Tenggara. (N1)


