
Kendari, Datasultra.com – Mewujudkan pemilu berkualitas dan demokratis, Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kota Kendari melakukan apel gerakan dan deklarasi pemilu damai yang transparan, akuntabilitas, jujur, adil dan bermartabat untuk melegitimasi pemimpin yang betul-betul mewujudkan harapan masyarakat.
Deklarasi pemilu damai dilaksanakan di perempatan pasar baru, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa, 8 Januari 2024 sekira pukul 16.00 Wita. Deklarasi diikuti 50 orang dari anggota dan kader GMNI Kendari.
Kegiatan ini sebagai wujud partisipasi politik guna mengawal pesta demokrasi agar lebih subtansial. Selain itu, tidak menginginkan pesta rakyat menimbulkan perpecahan dan polarisasi di tengah masyarakat.
Dalam orasinya, Ketua Cabang GMNI Kota Kendari, Rasmin Jaya mengatakan, tahun politik 2024 adalah ujian berat dan tidak bisa dianggap enteng. Masyarakat dapat memilih pemimpin secara langsung. Pemilu adalah kedaulatan rakyat satu-satunya, jadi suara rakyat adalah kunci dalam menciptakan sosok pemimpin politik yang dilegitimasi oleh rakyat.
“Melalui deklarasi ini, kami mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya Sulawesi Tenggara agar tidak terprovokasi terhadap isu yang memecahbelah bangsa,” ucap Rasmin dalam orasinya.
Paling mendasar dari proses demokrasi, kata dia, bagaimana rakyat mampu menentukan dan memilih para calon pemimpin, melihat visi misi, dan program jangka panjang serta menjadikan rakyat sebagai orientasi utama.
“Kesalahan memilih pemimpin kedepannya akan berdampak buruk, tidak saja bagi rakyat melainkan masa depan daerah juga dipertaruhkan. Harapan kami, kedaulatan rakyat harus betul-betul kita kawal bersama,” tegasnya.
Menurutnya, kecerdasan dalam memilih pemimpin dan partisipasi masyarakat
sangat dibutuhkan, tentu akan meningkatkan kualitas demokrasi agar semakin baik. Disinilah pendidikan politik menjadi demikian penting apalagi pertarungan ide dan gagasan sangat dibutuhkan untuk memberikan gairah dan sensasi masyarakat semakin antusias berpartisipasi dalam politik.
“Kami (GMNI Kendari) berharap agar pendidikan politik menjadi tanggung jawab semua pihak, khususnya para
elite politik yang memiliki kedudukan strategis atau sedang memiliki peran sentral dalam sistem politik,” ujarnya.
Tanpa terjadinya pendidikan politik yang sehat dan baik, ia memastikan tidak akan terjadi peningkatan kecerdasan politik publik. Pada akhirnya publik akan selalu terjerumus dikesalahan yang sama dari waktu ke waktu dalam menentukan pemimpin. Bahkan, akan selalu dijadikan kambing hitam dalam kepentingan para elite politik. Hal ini yang mesti diantisipasi bersama.
Sementara itu, Kabid Agitasi dan Propaganda DPC GMNI Kendari, Risal mengingatkan tidak sedikit diantara mereka kurang memahami bahwa politik adalah panggilan dan pengabdian untuk rakyat. Sejatinya seorang pemimpin harus memiliki jiwa tersebut.
“Hal itu tergantung dari kejujuran elite politik dalam memberikan pendidikan politik kepada publik sebab masyarakat adalah kekuatan politik yang paling nyata dan mereka adalah pemenang tertinggi kedaulatan rakyat,” tuturnya.
Masih kata dia, tak sedikit para pelaku politik yang bermunculan hanya menjadikan rakyat sebagai sarana mengepul suara dan hanya meramaikan pemilu setiap lima tahun. Kekecewaan terhadap para pemimpin yang sering melakukan pembohongan dan mengingkari amanat rakyat yang dipilih membuat mereka mempertimbangkan untuk memilih kembali.
“Kita harus menyadari dengan sungguh-sungguh agar tidak mengulangi kesalahan yang sama karena rakyat sudah cukup lama menggantungkan harapan dan keinginan untuk maju. Dari sinilah seharusnya elite politik menyadari bahwa publik tidak buta dan tuli terhadap dinamika politik hari ini,” bebernya.
Ditempat yang sama, Sarinah GMNI Kendari, Yuli menegaskan tentang pentingnya politik gagasan dan peran perempuan dalam politik. Meskipun keterlibatan perempuan hanya 30 persen, tetapi partisipasi tersebut harus dorong sebagai wujud memperjuangkan hak-hak perempuan yang kurang selama ini.
“Kami (GMNI) mendorong partisipasi politik perempuan dalam ruang-ruang kebijakan publik, sehingga adanya keseimbangan dalam merumuskan konsep dan program kebijakan secara merata di semua komponen masyarakat,” ungkapnya.
Sebagai upaya mencegah segala
kemungkinan terburuk dalam pemilu 2024, ia menekankan agar melakukan konsolidasi demokrasi dan memperkuat persatuan masyarakat dalam mencegah berbagai polarisasi dan kekacauan sosial yang timbul. Kemudian, dibutuhkan berbagai pihak untuk melakukan sosialiasi politik dan memberikan pendidikan politik yang baik kepada masyarakat.
“Kami tahu masyarakat adalah kelompok sosial yang paling rentan terpecah akibat sikap politik yang berbeda sehingga dibutuhkan penguatan lewat narasi kebangsaan dan edukasi politik yang berkesinambungan,” pungkasnya.
Diketahui, tuntutan GMNI Kendari dalam deklarasi pemilu damai adalah mendorong pemilu yang berkualitas dan demokratis, mendorong politik gagasan dan program yang menyentuh semua lapisan masyarakat, memperkuat konsolidasi demokrasi dan persatuan masyarakat dan mendorong partisipasi politik perempuan pada pemilu 2024
Usai berorasi berorasi, dilanjutkan dengan pembacaan puisi yang di pandu langsung oleh Sarinah Anisa. Anggota dan kader GMNI Kendari terlihat semangat dan antusias dalam kegiatan ini. Meskipun menyita perhatian masyarakat yang lintas di perempatan pasar baru, tetapi mereka tidak menggangu aktivitas lalulintas. (Ld)





