Senin, Agustus 3, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

PNM Kembangkan Klaster Tenun di Gumanano Buton Tengah, Limbah Kain Bernilai Ekonomi

Buton Tengah, Datasultra.com– PT Permodalan Nasional Madani (PNM) kembali menunjukkan komitmennya dalam memberdayakan pelaku usaha ultra mikro melalui Program Membina Ekonomi Keluarga Sejahtera (Mekaar).

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Program Klasterisasi Tenun yang dilaksanakan di Desa Gumanano, Kecamatan Mawasangka, Kabupaten Buton Tengah, dengan melibatkan 30 nasabah Mekaar Mawasangka yang menjalankan usaha tenun.

Program klasterisasi ini merupakan bagian dari upaya PNM untuk memperkuat kapasitas usaha nasabah melalui pendampingan yang terintegrasi, mulai dari peningkatan keterampilan, pengembangan inovasi produk, hingga pemanfaatan potensi lokal yang berkelanjutan.

Pada kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan pelatihan mengolah limbah kain tenun menjadi berbagai produk kerajinan yang memiliki nilai ekonomi dan berpotensi membuka peluang pasar baru.

Selama ini, sisa-sisa kain tenun sering kali belum dimanfaatkan secara maksimal. Melalui pelatihan ini, limbah kain diolah menjadi berbagai produk kreatif, seperti gantungan kunci, aksesori, tempat tisu, dompet, suvenir, dan kerajinan lainnya yang memiliki nilai jual.

Inovasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah hasil produksi tenun sekaligus mengurangi limbah yang dihasilkan dalam proses produksi.

Selain praktik pembuatan kerajinan, peserta juga memperoleh pendampingan mengenai pengembangan desain produk, peningkatan kualitas, strategi pemasaran, serta pentingnya inovasi dalam menghadapi persaingan usaha.

Pendekatan berbasis klaster yang diterapkan PNM diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha sehingga tercipta ekosistem UMKM yang lebih produktif, mandiri, dan berdaya saing.

Pemimpin PNM Cabang Baubau, Salim, mengatakan bahwa Program Klasterisasi Tenun merupakan salah satu bentuk komitmen PNM dalam menghadirkan pemberdayaan yang menyeluruh kepada nasabah Mekaar.

“PNM percaya bahwa pemberdayaan tidak hanya diwujudkan melalui akses pembiayaan, tetapi juga melalui pendampingan dan peningkatan kapasitas usaha. Melalui Program Klasterisasi Tenun di Desa Gumanano ini, kami ingin mendorong para nasabah untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan limbah kain tenun menjadi produk yang memiliki nilai ekonomi. Kami berharap keterampilan yang diperoleh dapat membuka peluang usaha baru, meningkatkan pendapatan keluarga, serta memperkuat daya saing UMKM tenun di Buton Tengah,” ujar Salim.

Menurut Salim, pemanfaatan limbah kain tenun menjadi produk kerajinan merupakan langkah sederhana yang mampu memberikan dampak besar bagi keberlanjutan usaha.

Selain meningkatkan efisiensi produksi, inovasi tersebut juga mendukung penerapan ekonomi sirkular dengan memaksimalkan pemanfaatan bahan yang sebelumnya belum bernilai.

Program Klasterisasi Tenun di Desa Gumanano juga menjadi bagian dari upaya PNM dalam mendukung pelestarian warisan budaya lokal. Tenun Buton memiliki nilai budaya yang tinggi dan menjadi salah satu identitas masyarakat setempat.

Oleh karena itu, peningkatan kapasitas para pengrajin diharapkan mampu menghasilkan produk yang semakin berkualitas, inovatif, dan mampu bersaing di pasar yang lebih luas tanpa meninggalkan ciri khas budaya daerah.

Melalui Program Mekaar, PNM terus memberikan akses pembiayaan, pendampingan usaha, dan pelatihan kepada perempuan prasejahtera produktif di seluruh Indonesia.

Pendampingan tersebut dilakukan secara berkelanjutan agar nasabah tidak hanya memperoleh modal usaha, tetapi juga memiliki kemampuan untuk mengembangkan usaha secara mandiri dan berkelanjutan.

Ke depan, PNM berharap Program Klasterisasi Tenun dapat menjadi inspirasi bagi kelompok usaha lainnya dalam mengembangkan potensi lokal melalui inovasi.

Dengan semangat kolaborasi, kreativitas, dan pemberdayaan, para pengrajin tenun di Desa Gumanano diharapkan mampu menciptakan produk-produk unggulan yang meningkatkan kesejahteraan keluarga, memperkuat perekonomian daerah, serta menjaga kelestarian warisan budaya Indonesia. (Sir)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER