Makassar, Datasultra.com — PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat (UID Sulselrabar) terus mendorong percepatan pemeliharaan infrastruktur ketenagalistrikan pada sejumlah fasilitas sistem kelistrikan Sulawesi Bagian Selatan (Sulbagsel).
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya PLN mengoptimalkan performa sekaligus menjaga keandalan pasokan listrik secara berkelanjutan.
General Manager PLN UID Sulselrabar, Edyansyah, mengatakan, lebih dari 230 petugas teknik saat ini telah dikerahkan untuk mempercepat proses pemeliharaan di lapangan.
“Saat ini lebih dari 230 teknisi sudah dikerahkan untuk percepatan proses pemeliharaan. Mari kita berdoa bersama agar dipermudah prosesnya sehingga dapat selesai sesuai dengan jadwal,” ujar Edyansyah dalam rilisnya, Rabu 2 September 2026.
Selama proses pemeliharaan berlangsung, terdapat pengurangan daya mampu pasok pada sistem kelistrikan Sulbagsel. Kondisi tersebut membuat PLN perlu melakukan pengaturan beban secara bergilir di sejumlah wilayah, khususnya Makassar dan sekitarnya.
Pengaturan beban dilakukan secara bertahap untuk menjaga keseimbangan antara pasokan dan kebutuhan listrik sekaligus mempertahankan kestabilan sistem. Dengan pola tersebut, pemadaman tidak dilakukan secara bersamaan di seluruh wilayah.
PLN memperkirakan durasi pemadaman berkisar antara 1 hingga 4 jam pada setiap sesi. Namun, waktu pelaksanaan dapat berubah dan menyesuaikan dengan kondisi sistem kelistrikan di lapangan.
“Petugas teknis PLN terus bekerja secara maksimal di lapangan untuk mempercepat penyelesaian pekerjaan pemeliharaan. Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat, namun langkah ini diperlukan untuk menjaga kestabilan dan keandalan sistem kelistrikan,” jelasnya.
PLN juga mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terbaru terkait wilayah terdampak maupun perkembangan penanganan melalui aplikasi PLN Mobile dan kanal informasi resmi PLN.
Selain itu, pelanggan dapat memperoleh informasi melalui WhatsApp Channel PLN Unit Layanan Pelanggan (ULP) di masing-masing wilayah.
Masyarakat juga diminta mengantisipasi kemungkinan terjadinya pemadaman dengan mengatur penggunaan peralatan listrik serta menyiapkan sumber listrik cadangan, terutama untuk kebutuhan yang bersifat penting.
Edyansyah menegaskan, PLN akan terus mengerahkan seluruh sumber daya yang dimiliki untuk mempercepat proses pemeliharaan dan pemulihan sistem kelistrikan.
“Kami memahami bahwa kondisi ini dapat mengganggu aktivitas masyarakat. Kami memohon maaf yang sebesar-besarnya atas ketidaknyamanan sementara yang dialami pelanggan. Kami memohon doa, dukungan, pengertian, dan kesabaran masyarakat selama proses pemeliharaan dan pemulihan berlangsung. PLN akan terus all out melakukan upaya terbaik dan mempercepat penyelesaian pekerjaan agar kondisi kelistrikan dapat segera pulih dan kembali normal,” pungkasnya. (Sir)


