Jumat, November 6, 2026

BERITA TERKINI

POLITIK

Super Airjet Kembali Layani Baubau-Makassar September, Harga Tiket Ditargetkan Rp800 Ribu

Baubau, Datasultra.com – Bandara Betoambari Baubau terus memperkuat sinergi dengan insan pers dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan sekaligus menyampaikan informasi penerbangan kepada masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan coffee morning bersama sejumlah wartawan di Baubau, Jumat 28 Agustus 2026.

Kepala Bandara Betoambari Baubau, Anas La Bakara, mengatakan pers merupakan salah satu mitra strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, khususnya terkait pelayanan dan perkembangan transportasi udara di wilayah Kepulauan Buton.

“Bandara Betoambari berupaya untuk terus bersinergi dengan rekan-rekan wartawan yang merupakan ujung tombak dalam memberikan informasi kepada masyarakat,” ujar Anas.

Menurutnya, pihak Bandara Betoambari berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan bagi masyarakat pengguna jasa penerbangan.

“Kami berkomitmen untuk selalu meningkatkan pelayanan dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat pengguna jasa,” katanya.

Kabar positif disampaikan Anas terkait rencana kembali beroperasinya maskapai Super Airjet Airbus A320 di Bandara Betoambari. Penerbangan tersebut dijadwalkan mulai hadir pada September 2026 dengan rute Baubau–Makassar.

Menariknya, harga tiket yang ditawarkan ditargetkan sekitar Rp800 ribu untuk sekali penerbangan, jauh lebih rendah dibandingkan harga tiket yang selama ini dirasakan masyarakat.

“Ke depan, bulan September, sudah hadir kembali penerbangan Super Airjet di Bandara Betoambari, rute Baubau-Makassar dengan harga Rp800.000 sekali terbang,” ungkapnya.

Anas menyebut hadirnya kembali Super Airjet merupakan langkah konkret hasil sinergi antara pihak bandara dengan pemerintah daerah, termasuk dukungan Pemerintah Kota Baubau di bawah kepemimpinan Wali Kota Baubau, Yusran Fahim.

Sinergi tersebut juga melibatkan pemerintah kabupaten di sekitar Kota Baubau, seperti Kabupaten Buton, Buton Selatan, Buton Utara, dan Buton Tengah.

“Ini merupakan langkah konkret yang merupakan dukungan Wali Kota Baubau dan pemerintah daerah setempat,” jelasnya.

Anas menjelaskan, saat ini layanan penerbangan yang tersedia di Bandara Betoambari salah satunya dilayani pesawat ATR 72 milik Wings Air. Harga tiket untuk rute yang tersedia dinilai masih cukup tinggi, yakni sekitar Rp1,9 juta.

Karena itu, kehadiran pesawat dengan kapasitas dan karakteristik layanan yang lebih sesuai menjadi salah satu upaya untuk memberikan pilihan penerbangan dengan harga yang lebih terjangkau bagi masyarakat.

“Layanan yang hadir di Baubau saat ini hanya dilewati dengan pesawat Wings Air ATR 72 dengan harga tiket Rp1.900.000,” katanya.

Menurut Anas, pemerintah daerah terus mendorong agar konektivitas udara di Baubau semakin baik sekaligus memberikan dampak terhadap keterjangkauan harga tiket.

“Langkah konkret yang dilakukan pemerintah kota, dalam hal ini Wali Kota Baubau, adalah menghadirkan Airbus untuk menekan harga tiket dari Rp1,9 juta menjadi Rp800 ribu,” ujarnya.

Untuk tahap awal, rute yang akan dijalankan Super Airjet adalah Baubau–Makassar. Penerbangan tersebut direncanakan berlangsung setiap hari mulai September mendatang.

“Ini kita laksanakan sesuai arahan Pak Wali Kota, tiap hari. Jadi tiap hari insyaallah dimulai bulan September. Rute sementara yang akan kita jalani adalah rute Baubau-Makassar,” tutur Anas.

Ia berharap kehadiran kembali penerbangan tersebut dapat memberikan alternatif bagi masyarakat, sekaligus memperkuat konektivitas Baubau dengan Makassar sebagai salah satu pintu gerbang transportasi udara di kawasan Indonesia Timur.

Selain peningkatan konektivitas, aspek keselamatan dan keamanan penerbangan menjadi perhatian utama Bandara Betoambari.

Anas mengatakan pihaknya melakukan evaluasi dan peningkatan secara berkala sesuai dengan ketentuan dan instruksi Kementerian Perhubungan.

“Untuk keamanan dan keselamatan penerbangan, sesuai Instruksi Menteri Perhubungan, kita melakukan peningkatan dan evaluasi setiap hari dalam rangka meningkatkan keselamatan dan keamanan penerbangan,” jelasnya.

Upaya tersebut dilakukan melalui berbagai kegiatan, termasuk sosialisasi kepada pengguna jasa serta memastikan fasilitas dan sarana pendukung penerbangan memenuhi standar yang dipersyaratkan.

Terkait rencana operasional pesawat Airbus, Bandara Betoambari juga terus melakukan berbagai persiapan, terutama menyangkut infrastruktur sisi udara.

Anas menjelaskan, salah satu aspek utama yang menjadi perhatian adalah panjang landasan pacu. Untuk mendukung operasional pesawat Airbus, landasan pacu dipersyaratkan memiliki panjang minimal sekitar 2.000 meter.

Selain landasan, kapasitas dan standar apron juga menjadi bagian penting yang harus diperhatikan. Salah satunya terkait nilai Pavement Classification Number (PCN) yang dipersyaratkan.

“Yang pertama tentunya landasan. Landasan itu harus minimal panjangnya 2.000 meter. Kemudian apron, apron juga minimal PCN-nya adalah nilai 40,” jelasnya.

Dengan berbagai persiapan tersebut, Bandara Betoambari diharapkan semakin mampu mendukung mobilitas masyarakat, membuka akses transportasi yang lebih luas, serta mendorong aktivitas ekonomi dan pariwisata di wilayah Kepulauan Buton.

Kehadiran penerbangan dengan harga yang lebih terjangkau juga diharapkan dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Baubau dan daerah sekitar yang selama ini mengandalkan transportasi udara untuk bepergian ke Makassar maupun daerah lainnya. (Sir)

Facebook Comments Box

BERITA POPULER